Serdadu Tridatu yang tampil tumpul kali ini harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 1-3 di Stadion Sultan Agung Bantul, Jogjakarta. Meskipun Bali United unggul jumlah pemain sejak menit ke-46. Namun mereka tak bisa memanfaatkan peluang yang ada.
Dalam pertandingan yang cukup ketat ini, wasit Thoriq Alkatiri, akhirnya memberi kartu kuning kedua pada pemain Borneo FC, M. Sihran. Namun, dalam kondisi unggul jumlah pemain itu tak bisa dimaksimalkan penggawa Bali United.
Serdadu Tridatu, tidak hanya kalah dengan skor mencolok, tapi juga tersungkur dari puncak klasemen Liga 1 2022/2023. Posisi Bali United turun ke peringkat kedua dengan mengemas 30 poin, sama dengan Borneo FC, namun kalah agregat.
Dalam pertandingan kemarin, eks pemain Bali United, Stefano Lilipaly yang bermain sejak menit pertama dan didapuk sebagai kapten Pesut Etam oleh Andre Gaspar bermain cukup apik. Lilipaly mampu menciptakan satu assist pada Agung Prasetyo.
Sementara permainan Bali United yang mengandalkan bola panjang (long ball) sudah terbaca lawan. Begitu selesai pertandingan, pelatih Bali United, Stefano "Teco" Cugurra terkesan tidak mau banyak berkomentar. Ia menyatakan, akan melakukan evaluasi setelah melihat video rekaman pertandingan.
“Kami harus melihat hasil pertandingan ini melalui rekaman video agar bisa lebih bagus. Kami perlu evaluasi. Yang penting ke depannya bisa lebih baik lagi. Semua pertandingan mendatang,” ujar pria yang akrab disapa Teco itu.
Teco berharap dapat merengkuh kemenangan pada pertandingan selanjutnya melawan PSS Sleman. “Setelah ini kami melawan PSS Sleman, semoga bisa balik menang lagi,” ucapnya berharap.
Disisi lain penyerang Bali United Lerby Eliandry Pong Babu mengakui keunggulan Borneo FC. Baginya kekalahan dari mantan klub yang sempat dibelanya tersebut bukanlah hasil yang diinginkan. Menurut Lerby, konsentrasi yang sedikit memudar menjadi salah satu faktor kekalahan Bali United kelima kalinya sepanjang musim ini.
“Ini (kalah dari Borneo) bukanlah hasil yang kami inginkan. Meskipun kami tertinggal lebih dulu dan bisa menyamakan kedudukan, tapi kami akhirnya tertinggal lagi. Mereka bermain dengan 10 orang. Seperti Coach Teco bilang, kami harus fokus tapi kami sempat kehilangan fokus,” ucapnya.
Menurutnya, kunci kemenangan Pesut Etam kali ini adalah mampu melakukan organisasi permainan yang bagus meskipun harus kehilangan satu pemain plus Rifat Marasabessy yang harus ditarik keluar karena cedera.
Laga ketat kemarin juga berlangsung dengan tensi tinggi. Delapan kartu kuning dan satu kartu merah mewarnai reuni perdana Stefano Lilipaly dengan Bali United.
Meskipun bermain dengan sepuluh pemain, Borneo bisa tampil superior dan berhasil mencetak gol lebih dulu pada menit ke-53 melalui tendangan Muhammad Ady Harjito.
Tak berselang lama, Lerby Elinadry Pong Babu yang mencetak gol ke gawang mantan klubnya tersebut dan membuat skor menjadi 1-1.
Setelah itu, Borneo FC yang mendominasi dan akhirnya mencetak dua gol tambahan melalui Agung Prasetyo pada menit ke-61 dan Jonathan Bustos di menit ke-90+5 melalui sepakan penalti. [ni kadek novi febriani/radar bali]
Editor : Hari Puspita