Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Astungkara, FIFA Hanya Jatuhkan Sanksi Ringan, Timnas Indonesia Aman di Semua Even Internasional

Hari Puspita • Jumat, 7 April 2023 | 23:05 WIB
DUA KALI LOLOS LUBANG JARUM : Rick Thohir saat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino. Indonesia lolos dari sanksi besar akibat dua kasus besar keributan di Stadion Kanjuruhan dan penolakan Timnas Israel oleh Gubernur Bali dan Gubernur Jateng. (foto:PSSI)
DUA KALI LOLOS LUBANG JARUM : Rick Thohir saat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino. Indonesia lolos dari sanksi besar akibat dua kasus besar keributan di Stadion Kanjuruhan dan penolakan Timnas Israel oleh Gubernur Bali dan Gubernur Jateng. (foto:PSSI)
RadarBali.id-PSSI bisa bernapas lega. Masyarakat Indonesia penggila bola nasional bisa plong napasnya, setelah Indonesia hanya mendapat sanksi administrasi.

Indonesia dipastikan terhindar dari sanksi berat FIFA buntut pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U-20. Kepastian itu didapat setelah Ketua Umum PSSI Erick Thohir bernegosiasi dengan federasi sepak bola internasional tersebut.

"Saya hanya bisa berucap alhamdulillah,” kata Erick.

”Atas rahmat Allah SWT dan doa dari seluruh rakyat Indonesia, khususnya para pecinta sepak bola, Indonesia bisa terhindar dari sanksi berat pengucilan dari sepak bola dunia. Istilahnya, Indonesia hanya mendapat kartu kuning, tidak kartu merah,” lanjut Erick yang tengah berada di Paris, Prancis, dalam keterangan tertulisnya kemarin (6/4).

Saat mengumumkan pencabutan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, FIFA menyebut ’’situasi terkini’’ sebagai penyebab. Ajang itu seharusnya dihelat pada 20 Mei–11 Juni. Tapi, kemudian ada sejumlah kalangan menolak kedatangan timnas Israel, di antaranya Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan PDI Perjuangan.

Erick menjelaskan, dirinya mendatangi FIFA sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan negosiasi sekaligus mempresentasikan kepada FIFA tentang cetak biru transformasi sepak bola Indonesia. Saat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino, Erick juga menjabarkan komitmen pemerintah Indonesia dalam merenovasi 22 stadion yang dapat dipakai untuk kegiatan tim nasional dan kompetisi domestik.

’’Setelah saya menyampaikan pesan Presiden Jokowi dan menjelaskan cetak biru sepak bola kita, FIFA hanya memberikan sanksi administrasi berupa pembekuan dana FIFA Forward untuk keperluan operasional PSSI. Hal itu akan di-review kembali setelah FIFA mempelajari strategi besar pengembangan sepak bola Indonesia,’’ tambahnya. (JPG/jawapos/fiq/c17/ttg)

  Editor : Hari Puspita
#pssi #Sepak Bola Indonesia #timnas indonesia #erick thohir #sanksi fifa