De Gadjah meminta Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar untuk bersikap tegas dan bertanggung jawab. Dari informasi yang didapat De Gadjah, hingga kini Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar masih tetap memenangkan tim sepakbola SMPN 9 Denpasar walau melanggar aturan main yang telah disepakati bersama.
"Dari informasi yang saya dapat, ini semua akibat Pak Kadis (Kepala Disdikpora Kota Denpasar AA Gde Wiratama) yang mengambil kebijakan, dimana kebijakan itu adalah hal yang salah. Entah bagaimana Pak Kadis mengambil kebijakan yang melanggar aturan yang telah ditetapkan,"ujar De Gadjah.
Pria yang juga Ketua Pertina Bali ini terus berusaha menghubungi Kadisdikpora Denpasar untuk mencari solusi. Sayangnya, belum menemui titik temu. Menurut De Gadjah, Kadisdikpora mengaku memiliki data dan De Gadjah juga punya data di lapangan.
"Beliau ini kan Kepala Dinas Pendidikan dan olahraga, pembina adik-adik ini, beliau yang menentukan bagaimana adik-adik ini tumbuh besar dan menjadi atlet yang benar-benar disiplin dan bisa mengharumkan nama Bali dan Indonesia di masa mendatang,"sindirnya.
De Gadjah meminta Kadisdikpora Denpasar bersikap tegas dan bijaksana agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan mengganggu mental para siswa yang menjadi korban kebijakan yang salah serta melanggar aturan.
"Sekarang ada masalah seperti ini harusnya dia (Kadisdikpora) tegas, kalau ada kesalahan ya akui kesalahan, harus ambil keputusan. Jika dari kecil tidak disiplin, dimudahkan begitu, yang kalah dimenangkan, yang menang dikalahkan, dimana letak keadilan ini. Bagaimana jadinya olahraga Bali nanti,"tegas De gadjah.
Seperti diketahui kegaduhan ini bermula saat SMPN 9 dinyatakan kalah WO atas lawannya SMPN 7 Denpasar, saat bertemu pada laga hari Minggu (9/4) di Lapangan Arga Soka Pegok. Waktu itu tim SMPN 9 dikenakan sanksi karena tidak membawa data administrasi para pemain secara lengkap.
Sesuai aturan yang disepakati dalam rapat teknis panitia kemudian memberi kemenangan kepada tim SMPN 7 Denpasar dengan skor 3-0 alias menang WO.
Namun keesokan harinya pada Senin (10/4) tim SMPN 7 diminta bertanding ulang dengan SMPN 9 dengan alasan yang tak jelas. SMPN 7 menolak karena merasa sudah menang dan mengikuti semua aturan yang telah disepakati.
Pihak Disdikpora Denpasar kemudian melakukan undian paksa dan dimenangkan oleh tim SMPN 9 Denpasar. Keputusan ini kemudian menuai kontroversi dan menimbulkan kegaduhan di tengah pelaksanaan Porsenijar. (feb/rid) Editor : M.Ridwan