Di jajaran tamu VVIP, terlihat pemerintah Provinsi Bali diwakili oleh Cok Ace selaku Wakil Gubernur Bali. Ada juga terlihat Wakapolda Bali, Ketua KONI Provinsi Bali dan jajaran dari organisasi pencinta otomotif lainnya.
Pengantar acara membuka acara dan sambutan-sambutan pun diberikan kepada para tamu VVIP ini. Salah satu sambutan menarik disampaikan oleh Ketua Umum KONI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan yang menyanjung mewahnya acara.
“Tak ada cabor lain yang buat Raker semewah ini,” sanjungnya.
Oka Darmawan berharap Raker yang digelar dengan suasana guyup ini bisa menghasilkan sesuatu yang baik. Salah satunya adalah presatasi yang ditelurkan oleh IMI Bali melalui para atletnya.
“Kemarin di PON (IMI) sumbangkan perak untuk Bali. PON mendatang, saya berharap perak bisa jadi emas,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal itu, di hadapan Cok Ace yang mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, Oka Darmawan berharap pemerintah provinsi Bali bisa memberikan venues (tempat) latihan yang memadai untuk atlet IMI Bali.
“Saya sempat berkonsultasi dengan Gubernur, katanya lahannya nggak ada. Semoga bisa dicarikan jalan keluar bareng,” ujarnya.
Menanggapi masalah klasik ini, usai membuka acara Raker tersebut, Cok Ace pun mengaku hal ini memang menjadi persoalan tersendiri. “Kami masih mencari tempat yang tepat, karena banyak mengambil space. Mudah-mudahan bisa bekerjasama,” ujarnya.
Ini sudah menjelang Pra PON dan PON, lalu di mana atlet motor ini akan berlatih? “Tempat latihannya masih sedang dipinjam. Hanya belum tahu di mana, nanti kami cari,” jawabnya dengan santai, sambari berharap atlet dari IMI Bali ini bisa sumbangkan emas untuk Bali di PON nanti dan bahkan bisa berprestasi hingga kancah internasional.
Di sisi lain, Ketua IMI Bali, Gusti Ngurah Anom atau dikenal dengan panggilan Ajik Krisna mengaku IMI memang merupakan organisasi pertama yang ia masuk dan kemudian memimpin organisasi ini.
“Ini pertama kali saya berorganisasi,” kata pria yang dipilih secara aklamasi dua tahun lalu itu.
Dalam tahun pertama ia menjabat, hal yang dilakukannya adalah menyatukan klub-klub otomotif di Bali.
Kedua, Ajik Krisna membentuk delapan Koordinator Wilayah (Korwil) dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Setelah itu, ia membuat program road show ke seluruh Bali, kecuali Karangasem karena belum ada Korwil yang terbentuk.
“Tahun pertama saya belajar untuk bagaimana bisa kompak dan solid. Kemudian ingin membuat even-even untuk membangkitkan pariwisata di Bali.
Di tahun kedua, saya mulai memilih atlet-atlet berprestasi dan tahun ini targetnya punya atlet yang berprestasi. Terpenting, kami siap meraih prestasi di PON nanti,” pungkasnya. (ara/han) Editor : Rosihan Anwar