Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Usai Babak Kualifikasi PON, Petinju Bali Akan Fokus Analisa Atlet Terkuat sebagai Lawan, Begini Targetnya

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 8 November 2023 | 16:00 WIB
CATAT PRESTASI: Selain meraih medali di babak kualifikasi, Pertina Bali meloloskan 12 atlet tinju ke ajang PON 2024 mendatang.
CATAT PRESTASI: Selain meraih medali di babak kualifikasi, Pertina Bali meloloskan 12 atlet tinju ke ajang PON 2024 mendatang.
 
 
DENPASAR,radarbali.id -  Pada Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional, petinju Bali menorehkan prestasi membanggakan. Bagaimana tidak, pada Pra PON II di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 20-31 Oktober 2023 lima petinju berhasil meraih medali sehingga  total yang lolos menuju PON sebanyak 12 atlet.
 
Pelatih Petinju Bali Kornelis Kwangu Langu menerangkan,  hasil Pra-Pon pertama  di Sulawesi Selatan  lolos  tujuh petinju dan Pra-Pon kedua di Nusa Tenggara Timur (NTT) loloh lima petinju.
 
Semua atlet bermain maksimal sehingga bisa mengukir sejarah tembus 12 atlet menuju Sumut-Aceh 2024.   Mereka langsung digembleng tes fisik tahap pertama mulai Senin kemarin (6/11). "Setelah Minggu mereka  baru selesai tes fisik tahap pertama, " ungkap Mantan Petinju Kelas Layang 49 kilogram. 
 
Baca Juga: De Gadjah Ingin Cetak Sejarah, Loloskan Atlet Tinju Sebanyak-Banyaknya
 
Meski menuai hasil yang gemilang, ada catatan untuk evaluasi setelah Pra-PON.  Yakni  peningkatan dan mempertahankan fisik menuju PON. Kemudian, mulai mempelajari permainan lawan di setiap kelas.  Terakhir, meningkatkan teknik dan taktik bertanding. 
 
"Kami  lebih fokus mempelajari petinju yang terkuat di kelasnya," pungkasnya. 
 
Di lain sisi, Ketua Umum Pertina Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah mengucap syukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang membantu terutama atlet sudah berusaha keras. 
 
Baca Juga: Menarik, Giri Prasta tantang Hotman Paris Adu Jotos di Ring Tinju
 
Hal yang membuat De Gadjah bangga banyak atlet putri yang lolos menuju PON.  Dari  12 atlet terdiri lima putri dan tujuh putra. 
 
"Ada dua hal yang mencetak sejarah, pertama meloloskan petinju terbanyak dan meloloskan terbanyak lima petinju putri yang hampir vakum lama," ujarnya. 

De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra Bali menyatakan setelah hajatan politik Pemilu 2024, ia mengagendakan kegiatan training camp di uzbekistan  dengan memboyong enam hingga tujuh petinju beserta pelatih bertujuan menambah jam terbang para atlet.
 
Baca Juga: Fenomena Petarung Jalanan, Ketua Pertina Bali De Gadjah Tekankan Tinju Juga Soal Etika
 
Selain itu, Pertina Bali juga menjadwalkan even tinju internasional.

Dengan upaya tersebut, ia berharap PON 2024 mendatang akan meraih prestasi lebih maksimal lagi dengan tambahan medali emas dua hingga tiga emas.

"Mohon doanya semoga dalam PON ke depan Bali cetak sejarah lagi dengan menambah 2-3 emas," kata Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar itu.
 
Baca Juga: Gegara Terowongan Irigasi Subak Alami Sedimentasi, Petani di Luwus Tabanan Menjerit

Sementara untuk rincian tujuh petinju yang bertarung di BK Pra-PON II di NTT lalu, ada lima petinju yang berhasil meraih medali.
 
Diantaranya; untuk medali emas diraih oleh Krispinus Mariani Wonda kelas 51Kg (putra)  dan  Gracela Njera Ata Endi 
kelas 54kg (putri). 
 
Sedangkan medali perak diraih  Melania Gelu kelas 48kg (putri) dan   Carlus Bria kelas 48kg (putra).  Untuk medali perunggu diraih  I Kadek Yesica 57kg (putri).  Sayangnya, di kelas 54kg (putra) Yehezkiel Malesi dan kelas 58kg (Putra) Putu Anggito belum berhasil meraup medali. ***
 
 
Editor : M.Ridwan
#atlet tinju #Babak Kualifikasi PON #pon 2024 #Pertina Bali #bali