DENPASAR, radarbali.id - Badung yang dikenal daerah yang kaya ternyata menyisakan persoalan mengenai sarana dan prasarana olahraga. Salah satunya cabor voli sering kebingungan untuk latihan.
Sebab, satu tempat yakni Gor Mengwi dipakai banyak cabor. Kerap rebutan latihan yang membuat jadwal latihan amburadul
Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Badung Agung Bagus KadeKusimantara mengungkapkan saat ini pihaknya menyiapkan atlet voli untuk pertandingan Porjar (Pesta Olahraga pelajar) Provinsi Bali setelah porsenijar Kabupaten Badung telah usai.
Persiapan Porjar Bali ini bukan hanya untuk pertandingan antar pelajar saja tapi untuk kompetisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025.
Sebab, syarat atlet yang akan turun di Porprov sekitar kelahiran 2003. Sehingga pihaknya harus menyiapkan atlet-atlet muda menghadapi ajang bergengsi demi mempertahankan status juara umum.
"Kami latihan di GOR Mengwi seharusnya punya program terkendala ada yang latihan kami terkendala lagi di sana kami mundur lagi. Makanya saya bilang pemerintah daerah jangan hanya meminta prestasi kepada atlet. Tapi tidak menyediakan sarana prasarananya bagaimana kami di cabor. Seharusnya ini ada, tapi sarana prasarananya mana? Mereka tidak bisa menjawab (dari pemerintah Badung)," beber Gung Kusimantara ini.
Prestasi yang diraih atlet voli Badung tidak sebandingan dengan sarana dan prasarana yang disediakan. Gung Kusimantara membandingkan dengan sarana yang ada di desa Bongkasa Pertiwi, jauh lebih baik dibanding dengan yang dimiliki Pemkab Badung.
"GOR Mengwi itu dipakai banyak cabor. Kami makai, Kabaddi makai, bola tangan makai. Malah jujur saja kami malu dengan desa yang membangun gor indoor," ucapnya.
Seperti di tegal Kuning daerah di Bongkasa punya lapangan voli di tanah milik desa setempat yang digunakan untuk gala desa yakni turnamen voli antar desa. Mereka akan membeli karpet sekelas pro liga harganya Rp 30 juta.
"Hebat kan? Apa tidak malu Pemerintah Badung. Sedangkan kami di cabor tidak punya apa," kelakarnya.
Pria yang merupakan seorang Jaksa ini menjabat Kepala kejaksaan Negeri Pinrang, Sulawesi Selatan membeberkan Porprov tahun 2022, kabupaten Badung berhasil meraih juara umum.
Kategori voli putra (indoor) yang gagal meraih emas , hanya mendapatkan perak. Sedangkan voli putri (indoor), putri (outdoor), putra (outdoor) juara I atau berhasil meraih emas. Totalnya tiga emas dan satu perak.
PBVSI Badung juga memiliki sekolah voli bernama Keris Badung untuk melahirkan bibit atlet voli dari Gumi Keris ini.
Mereka akan mengambil bibit dari sana untuk event daerah dan nasional karena keberhasilan salah satu atlet dari Badung dipinang Bank Jateng untuk main di Pro-liga.
"Berkiblat dari sana tahun 2025 akan menuju Porprov Bali. Dari Porprov Bali yang notabene kelahiran tahun 2003. Jadi menjadi tolok ukur menuju Porprov menuju 2025 hasil dari Porjar Badung Kemarin" ucapnya.
Saat ini juga telah dilakukan TC untuk Porjar Bali akan dilaksanakan Minggu ke depan. Pengurus PBVSI akan mengukur kualitas atlet dari Porjar Bali dipersiapkan bersaing dengan hasil seleksi Sekolah Bola Voli Keris Badung dan yang ditampil di Porjar Bali akan menjadi atlet tim bayangan Poprov 2025.
"Sekolah yang juara satu di Porsenijar Badung atletnya akan kami ambil kemudian diambil beberapa anak-anak sekolah yang masuk dalam juara tiga ditambah yang lain. Sambil melihat kemampuan apakah bisa bertanding di Bali," jelas Gung Kusimantara.***
Editor : M.Ridwan