GIANYAR, radarbali.id – Laga terakhir di kandang Bali United melawan Borneo FC Samarinda diwarnai tindakan tidak bertanggung jawab dari pihak suporter Bali United Sabtu malam (25/5/2024).
Semenit sebelum berakhirnya babak kedua, oknum suporter menghidupkan flare yang membuat laga tersebut harus ditunda sekitar lima menit.
Asap putih yang mengepul di area lapangan membuat pihak wasit harus meniupkan peluit untuk memberhentikan sementara.
Sempat terjadi diskusi, namun pertandingan akhirnya dilanjutkan meski tersisi satu menit. Skor akhir 0-0 pun menutup laga di leg pertama babak championship series untuk perebutan tempat ketiga tersebut.
Dua laga sejatinya berjalan seimbang. Namun Bali United sedikit lebih unggul dari segi peluang, yakni 5 berbanding 2.
Tetapi untuk penguasaan bola, Borneo FC Samarinda lebih unggul 60 persen berbanding 40 persen.
“Kalau dari segi permainan mereka berjalan berimbang. Cenderung tak ada yang spesial dari gaya permainan. Kedua tim, main dengan biasa saja,” ujar Satya Wibawa, pengamat sepak bola di Bali.
Meski Eber Bessa, gelandang serang Bali United terkena kartu merah di menit 60, Borneo FC sejatinya lebih berani untuk menyerang.
Namun tampaknya memang sulit untuk menembus tembok tebal yang dihuni oleh Elias Dolah di lini pertahanan Bali United. Sebaliknya, Bali United yang kurang jumlah pemain, juga sulit untuk mengembangkan serangannya.
“Bali United mau seperti apapun kondisinya, selalu melakukan serangan dari sayap-sayapnya yang memiliki kecepatan. Namun soal finishing memang jarang membuahkan hasil positif. Semua tim di Liga 1 tampaknya sudah sangat memahami pola permainan ini sehingga mudah dipatahkan,” ujarnya.
Strategi pelatih Bali United, Stefano “Teco” Cugurra memang tak pernah berubah. Termasuk para pemain cadangan yang dimasukan di babak kedua juga begitu mudah tertebak.
Sehingga untuk urusan mencetak gol, memang karena kemampuan individual para pemainnya di lapangan saja. Seperti keberanian pemain belakang yang merangsek maju untuk menciptakan peluang dan sebagainya.
Leg kedua nanti akan digelar di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimatan Timur pada 30 Mei 2024 nanti. Kedua tim pun diyakinin akan saling serang, lebih dari di leg pertama.
Meski hanya merebutkan juara ketiga, kedua pelatih tampakya akan masih menurunkan skuad terbaiknya di kandang Borneo FC Samarinda tersebut.***
Editor : M.Ridwan