Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jelang PON, Pertina Bali Didatangi Banyak Petinju Luar Daerah untuk Sparing, Utus Tiga Pelatih untuk Kantongi Sertifikasi Nasional

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 28 Juni 2024 | 14:50 WIB

 

PROYEKSI PON: Ketua Pertina Bali, I Made Muliawan Arya alias De Gadjah
PROYEKSI PON: Ketua Pertina Bali, I Made Muliawan Arya alias De Gadjah

DENPASAR, radarbali.id- Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh - Sumatera Utara, atlet petinju dari luar datang ke Bali untuk sparing. Sementara ini sudah ada tiga daerah yakni Lampung, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Ketua Pertina Bali Made Muliawan Arya,  Bali disenangi oleh atlet luar karena keterbukaan Pertina dengan pihak manapun  untuk peningkatan kualitas. Selain itu, Bali  menjadi daya tarik  para atlet bisa sekalian refreshing 

"Kami  orangnya welcome dengan Bali. Kedua, dan mereka juga ke Bali sama dan kami  menjalin hubungan dengan siapapun," ucapnya. 

 Baca Juga: Jadwal PKB ke-46 Hari Jumat- Sabtu, 28-29 Juni 2024

Selanjutnya, petinju Bali akan keluar untuk bertanding dan latihan bersama.  Rencananya ada dua tempat di tuju, ke Jakarta dan Uzbekistan. Pria yang akrab disapa De Gadjah menyatakan akan memberangkatkan enam petinju ke Uzbekistan yang diperkirakan sekitar Juli mendatang.

"Selama ini memakai dana pribadi saya. Belum kelihatan (bantuan dari pemerintah)," sebutnya. 

Pertina Bali ingin meningkatkan kompetensi pelatih tinju yang dimiliki Bali. Maka ada tiga orang yang diberangkatkan untuk bisa mengantongi sertifikasi pelatih nasional. Karena saat ini juga para pelatih itu masih berstatus pelatih daerah. 

 Pasalnya, selama ini Pertina Bali mengimpor pelatih nasional membawa petinju  ke atas ring. De Gadjah ungkap seperti Pra-PON pihaknya meminjam pelatih nasional karena terbentur syarat. 

"Sekarang mereka ini kan pelatih daerah. Supaya bisa membawa petinju di atas ring karena kalau tidak ada sertifikasi nasional susah. Kayak Pra-PON kemarin dipersulit. Kami pinjam pelatih dari Lampung dari sini kan  repot juga kami," bebernya. 

Selain itu juga, Pengurus Pusat Pertina tidak pernah menggelar pelatihan pelatih nasional sehingga Pertina Bali tidak bisa memiliki pelatih bersertifikasi nasional. Rencana pelatihan itu dilaksanakan Juli.

Biaya pendaftarannya satu orang sekitar Rp 5 juta belum termasuk akomodasi di sana. "Yang salah siapa kalau boleh kami buat latih sendiri di luar negeri enak ya. Kami terus suport pelatih," tandasnya.***

Editor : M.Ridwan
#PON Aceh Sumatera Utara #Sparing #sertifikasi #Pertina Bali #Pelatih TInju