Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Keluhan Pelatih dan Mantan Atlet Sea Games di Bali, Merasa Tak Diperhatikan KONI, Ancam Pindah Wakili Provinsi Lain

I Wayan Widyantara • Kamis, 18 Juli 2024 | 05:30 WIB

KELUH KESAH: Isrok dan Dewa Putu Yadi Suteja (kanan) berkeluh kesah perihal perhatian KONI Bali.
KELUH KESAH: Isrok dan Dewa Putu Yadi Suteja (kanan) berkeluh kesah perihal perhatian KONI Bali.

Menyandang status sebagai atlet berprestasi memang tak menjamin untuk hidup layak di kemudian hari. Begitulah nasib para atlet di Indonesia, tak terkecuali di Bali.

 

DULU dipuja, kini banyak yang lupa. Begitulah poin yang ingin disampaikan oleh Pelatih Perbakin (Persatuan Menembak Indonesia) Isrok F, saat menerima team monev KONI Badung Made Nariana dan AA Rahmadi di Jakarta belum lama ini. 

Isrok secara terang-terangan menyebut jika selama ini Pengurus KONI Bali sepertinya kurang memperhatikan sejumlah atlet Bali yang ikut memperkuat Indonesia ke Sea Games atau kejuaraan internasional lainnya.

Padahal. jumlahnya tidak begitu banyak. Namun KONI Bali seperti tidak hirau dengan masa depan dan nasib mereka. Selain itu, Isrok juga mengatakan, kebijakan KONI Bali bahwa atlet Sea Games asal Bali yang tidak boleh ikut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali merugikan atlet-atlet Bali.

“Jumlahnya tidak begitu banyak. Salah satunya berasal dari Perbakin atas nama Dewa Putu Yadi Suteja yang dapat medali emas Sea Games tahun 2021. Berikutnya dalam Sea Games di Kamboja tidak ada cabang menembak,” ujarnya.

Tak hanya itu, nama-nama atlet pendulang emas untuk Indonesia yang mewakili Bali juga sama. “Nasib serupa juga dialami Maria Londa dari Cabang Olahraga atletik, dan sejumlah atlet lain dari kabupaten/kota di Bali,” sebut Isrok yang juga Sekretaris Perbakin Bali itu.

Ia mengatakan, beberapa atlet dari kabupaten/kota juga ada, namun ia lupa namanya. Kalau kebijakan itu terus dilakukan, atlet Bali yang punya prestasi internasional akan merasa tidak mendapat perhatian KONI Bali.

“Apakah dibiarkan, sampai ada keinginan mereka pindah ke daerah lain, sebab hal itu tidak terjadi di daerah lain?”, tanya Isrok heran.

Isrok menambahkan, jika kebijakan itu terus dilakukan, KONI Bali dianggap tidak fair dalam membina atletnya. Sepanjang tahun atlet itu dibina dan dapat pembiayaan dari KONI Kabupaten, begitu dipanggil untuk kepentingan Sea Games diakui sebagai milik provinsi.

Dan begitu usai kejuaraan internasional, tidak dibolehkan ikut dalam hajatan daerah seperti Porprov Bali.  “Ini benar-benar tidak adil,” ujarnya dengan nada kecewa. 

Menanggapi keluhan pelatihnya itu, Ketua Umum KONI Badung Made Nariana menyatakan, ia sudah berulang kali menyampaikan usul dalam rapat KONI supaya semua atlet diberikan hak yang sama. Sekalipun pernah ikut Sea Games atau Asian Games, hak mereka sama ikut Porprov Bali.

Kalau KONI Bali melarang dengan dalih peremajaan atau regenerasi atlet, Nariana menuding KONI akan mencetak juara kembar dan prestasi semu. Di luar atlet internasional, ada juara baru Porprov Bali, tetapi begitu PON tetap yang dikirim adalah mereka terbaik dan pernah menjadi pemain Sea Games.

“Kalau menurut saya, regenerasi itu penting dibina, namun dalam kejuaraan seperti Porprov Bali biarkan mereka mendapatkan prestasi juara dengan cara alamiah. Harus diadu dengan siapa pun. Tidak menang dan menjadi juara Bali semu dengan menyingkirkan atlet lain,” kata Nariana.

Untuk mengambil jalan tengah, Nariana pun mengajak Pengurus Perbakin dan Pengurus PASI Badung, menghadap ke KONI Bali supaya atlet dalam posisi apa pun diberikan ikut dalam Porprov Bali. 

“Ini adalah hak semua atlet Bali. Tidak ada diskriminasi, sehingga semua atlet mendapat penghargaan yang sama dari daerah masing-masing,” pungkas Nariana. ***

 

Editor : Made Dwija Putera
#sea games #KONI Bali #provinsi bali #atlet bali