GIANYAR, radarbali.id – Bali United harus menelan pil pahit kalah di laga perdana grub B dalam ajang Piala Presiden melawan Singo Edan (julukan Arema FC) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, kemarin. Mereka takluk dengan skor 1-0 dan Singo Edan pun mengaung dengan mengunci kemenangan penting dengan status juara bertahan di laga awal ini.
Stefano “Teco” Cugurra, pelatih Bali United tak ragu-ragu untuk memasang semua pemain asing baik yang sudah lama maupun baru bergabung dengan Bali United. Seperti halnya Kenzo Nambu, Maruoka, Brandon Wilson dan juga Everton Nascimento.
Sedangkan untuk pemain asing lamanya, seperti Maringa, Elias Dolah dan juga Privat Mbarga diturunkan sejak menit awal. Mereka kemudian dicoba dengan para pemain lokal yang sudah langganan di tim utama, seperti Ricky Fajrin, Andhika Wijaya dan Rahmat Arjuna.
Untuk rekrutan lokal terbaru, Bagas Adi Nugroho juga diturunkan di skuad utama. Pemain yang di beli dari Arema FC tersebut di parnertkan dengan Elias Dolah di jantung pertahanan Bali United. Satu-satunya pemain anyar yang tidak dimainkan adalah Fitrul Dwi Rustapa, kiper yang datangkan dari Persib Bandung.
Dalam jalannya laga, Bali United sejatinya melakukan gebrakan di menit awal. Sejumlah peluang diciptakan dengan membangun serangan lebih banyak dari sisi sayap serang.
Padahal, para pemain anyar yang didatangkan lebih dominan dari sisi tengah. Namun tidak dimanfaatkan dengan baik saat membangun serangan.
Sementara itu, para pemain Arema FC melakukan pressing ketat dan menumpukan para pemainnya di jantung pertahanannya. Sesekali mereka melakukan serangan cepat dan menciptakan peluang berbahaya.
Terbukti, pada menit kesepuluh, Salim Akbar Tuharea, pemain sayap Arema berhasil memanfaatkan bola muntahan dari blok yang dilakukan Maringa dan menciptakan gol perdananya di ajang Piala Presiden di Grub B ini. Skor 1-0 pun menjadi milik Arema FC dan bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, Teco melakukan perubahan, di mana mengganti Rahmat Arjuna dengan Irfan Jaya. Perubahan yang tak membuat perbedaan. Sebab, para pemain masih melakukan pola serangan yang sama. Yakni membangun serangan dari sisi sayap. Sedangkan lini tengah tidak dimanfaatkan.
Memasuki menit ke-70, Teco mengganti kembali pemainnya dengan memasukan pemain sayap cepat, M. Rahmat dengan mengganti Maruoka.
Selain itu, di posisi bek kanan juga memainkan Novri Setiawan yang menggantikan Andhika Wijaya. Lagi-lagi tak ada perubahan, sebab bola selalu mengalir dari lini belakang ke lini sayap serang.
Hal ini pun membuat nyaman para pemain Arema FC karena hanya menunggu untuk memotong bola dari serangan para pemain Bali United dan melalukan serangan balik dengan cepat. Sejumlah peluang pun didapatkan para Arema FC namun belum berbuah gol.
Bali United juga bukan tanpa serangan, namun kekuatan fisik, akurasi tembakan, chemistry dan individual pemain masih terasa.
Bali United sejatinya bisa menyeimbangkan skor karena mendapatkan hadiah pinalti di menit 85, namun Everton gagal mengeksekusi. Skor 1-0 pun akhirnya menutup laga ini.
Usai laga, Teco pun menyebut timnya memulai dengan baik namun Arema FC bisa beruntung bisa mencetak gol terlebih dahulu. "Setelah itu mereka (Arema FC) lebih kompak dan lebih kuat di lini pertahanan dan kami juga memiliki peluang namun tidak bisa menjadi gol," tuturnya.
Soal chemistry, Teco sendiri mengakui memang belum terjalin dengan baik. Untuk itu, kedepannya, Ia ingin membangun kekompakan tim agar bisa lebih baik.
"Ini pertandingan perdana untuk persiapan Liga tentunya. Ke depan, kami akan lebih membangun chemistry antar pemain agar nanti di Liga bisa mencapai target," tegasnya.
Sementara itu, Joel Cornelli, pelatih Arema FC usai pertandingan menyampaikan bahwa kemenangan atas Bali United ini penting karena selain meraih tiga poin tetapi juga bisa menipiskan statistik untuk bisa meraih kemenangan dari Bali United.
"Dalam lima pertemuan terakhir, Bali United berhasil memenangkan 4 laga dan akhirnya kami (Arema) bisa menang kali ini," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan pemain Arema FC, Achmad Maulana Syarif menyebut kemenangan ini merupakan hasil kerja keras para pemain di lapangan. "Saya sebagai pemain tentu bersyukur dengan kemenangan ini. Di Liga 1 kemarin kami kewalahan, dan kini kami lebih kompak dan layak meraih kemenangan ini," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan