BADUNG, Radarbali.id – Sebanyak 549 atlet dari 49 cabang olahraga di Bali saat ini menjalani pemusatan latihan daerah atau Pelatda untuk persiapan PON XXI Aceh dan Sumatera Utara 2024 yang digelar pada awal September ini.
Para atlet ini kemudian desentralisasi oleh KONI Bali dengan membagi di tiga wilayah, seperti Denpasar, Tabanan dan Badung. Total ada sekitar 16 titik tempat mereka latihan di wilayah tersebut. Di sisi waktu ini, KONI Tabanan cukup sering menengok para atlet yang berlatih di wilayahnya.
Beda dengan KONI Badung yang “emoh” alias enggan mau ikut menengok para atletnya yang sedang pelatda di wilayahnya seperti di Kolam Renang Tirta Arum Blahkiuh, Lapangan Universitas Udayana dan juga Joger Kuta. Alasannya karena atlet tersebut sudah menjadi tanggung jawab KONI Bali.
”Kami tidak akan monev pelatda atlet PON. Sepenuhnya diserahkan ke panitia pelatda Bali. kami malahan sejak Jumat kemarin dan seterusnya melakukan monev ke cabor-cabor yang latihan kepada atlet non PON,” ujar Ketua KONI Badung, Made Nariana, Selasa 13 Agustus 2024.
Dari 549 atlet tersebut, Badung memang menjadi penyumbang terbanyak. Ada 175 atlet yang berasal dari Badung. Selain itu juga ada 60 official dan pelatih dan 12 wasit juri dari Kabupaten Badung.
Namun untuk urusan monev, KONI Badung tutup mata. ”Atlet yang ikut PON sudah ditangani KONI Bali dan Binpres dan pelatihnya. Kalau kami memberikan masukan lagi, sepertinya tidak elok,” tegasnya.
Baca Juga: KBST Cabor Selam 2024, Peserta Melonjak, Minim Atlet Mancanegara, Ini Kata Ketua KONI Badung
Yang dilakukan KONI Badung untuk pada atletnya saat ini adalah dengan melobi pemerintah Kabupaten Badung. “Kini kami sedang mengusulkan kepada Bupati Badung supaya insan olahraga Badung yang ikut PON mendapatkan uang saku dari Bupati,” harapnya. ***
Editor : Made Dwija Putera