DENPASAR, Radarbali.id- Cabor dance sport di PON XX/2021 Papua lalu memang tidak dipertandingkan. Namun kali ini kembali masuk dengan menambah 4 kategori saat PON di Aceh dan Sumatera Utara.
Sudah sebulan lebih para atlet dancesport mengikuti Pelatda yang diselenggarakan KONI Bali. Kini, mental dan kemampuan atlet Bali pun dikatakan sudah siap untuk dipertandingkan. Hal tersebut pun diutarakan Ketua Umum Pengprov IODI Bali, Ni Made Suparmi di Denpasar belum lama ini.
”Sudah ada beberapa atlet yang melakukan konsentrasi, bahkan ada salah satu atlet kami yang berlatih di Jakarta bersama pelatih dari Philipina dan pelatih dari Jawa Barat. Harapan kami, mudah-mudahan bisa memberi prestasi terbaik dengan perjuangan kami dengan mengadakan leason,” ujarnya.
Baca Juga: Prestasi Level Bali Minim, Karangasem Lepas Tujuh Atlet di PON 2024 Aceh-Sumut
Target yang dibawa, dikatakan Suparmi adalah dengan melakukan tiga minggu leason di Jakarta dengan pelatih standar ballroom tingkat amatir dengan lima dansa dari Philipina. ”Kami juga ada leason dengan pelatih dari Italia. Jadi satu hari itu kami mengambil leasong 7 jam, dan tentunya dengan target kami yang luar biasa, semoga bisa menghasilkan medali nanti di PON,” ujarnya.
Untuk target medali, pihaknya menyampaikan bisa memberikan dua medali emas. ”Mudah-mudahan bisa tercapai dan dengan perjuangan kami yang luar biasa, karena olahraga ini adalah olahraga tidak terukur, tentunya kami harus berjuang lebih maksimal lagi dengan koreo-koreo yang dimiliki pelatih dari luar tentunya,” ungkapnya.
Baca Juga: Tabanan Kirim 33 Atlet Berlaga di PON 2024 Aceh-Sumut Jadi Duta Bali
Jika dilihat dari daerah lain, Suparmi menyebut memang semua kontingen daerah memiliki spesialisasi masing-masing. “Tentunya daerah Jawa menjadi lawan berat saat ini,” pungkasnya. ***
Editor : Made Dwija Putera