DENPASAR, Radarbali.di- Cabang olahraga E-Sport, pertama berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) sebagai cabor. Total yang akan berangkat ke PON Kontingen e-sports Bali total 16 atlet.
Ditambah satu manager dan satu pelatih dan dua asisten pelatih. Mereka akan turun di tiga kategori, MLBB (Mobile Legend Bang Bang), PUBG (Player Unknown’s Battleground) dan free fire.
Manager PON E-Sport PON kontingen Bali, Anak Agung Gde Harya Putra menerangkan, persiapan para atlet dalam kondisi sangat baik. Kata pria yang disapa Gung Harya saat pemain ini masuk dalam penyesuaian waktu bertanding. Mereka akan bertanding 10 September mendatang.
Baca Juga: PON Aceh-Sumatera Utara:Pecah Telur! Sayu Bella Bawa Bali Raih Emas Perdana di Tim Balap Sepeda
”Kami menjaga kebugaran, stamina dan terutama mental bertanding. Mohon doanya agar atlet e-sports mampu memberikan kontribusi medali,” ungkap Gung Harya.
Tim yang diwaspadai oleh Bali dari provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur, karena kekuatan seluruh atlet cukup berimbang. ”Kekuatan secara materi, skill, maupun secara kemampuan,” jelasnya.
Sementara itu diwawancarai terpisah dengan Ketua ESI Denpasar Adikarya Nugraha, untuk atlet dari Denpasar yang ikut berkontribusi 6 orang, terdiri 5 orang di PUBG dan 1 orang Free fire.
Baca Juga: Tim Basket Bali Harus Legawa, Gagal Melaju Semifinal, Ini Penyebabnya
Diakuinya persaingan sengit, tapi menurut Adi atlet Denpasar sangat berpotensi. Sehingga ada peluang menyabet medali. ” Untuk kontingen PON memang persaingan berat tapi atlet kami punya potensi untuk bisa raih medali,” bebernya.
Setali tiga uang dengan Gung Harya, bagi Ady DKI Jakarta da tuan rumah yang harus diwaspadai. Utamanya DKI para atletnya sudah terlatih di liga Pro-Nasional.***
Editor : Made Dwija Putera