ACEH, Radarbali.id - Desak Made Rita Kusuma Dewi, atlet panjat tebing Bali harus mengakui lawannya, Rajjah Sallsabillah dari kontingen Banten di final speed putri perseorangan di PON XXI Aceh-Sumut 2024. Desak mencatatkan waktu 6,74 dan membawanya meraih medali perak.
Dalam pantauan koran ini di lokasi tanding, yakni di area stadion Harapan Bangsa, Aceh kemarin sore, terlihat langit mendung. Sorak sorai penonton pun mewarnai dengan sedikit gerimis hujan. Namun tak mengganggu jalannya pertandingan.
Laga di mulai dengan babak penyisihan di 16 besar baik tim Putri maupun tim putra. Dalam babak tersebut, Desak Rita dengan mulus dengan melangkah ke babak 8 besar dengan catatan waktu 6,71 detik. Di babak selanjutnya, atlet panjat tebing asal Buleleng itu bikin deg-degan. Ia sempat terpeleset saat menghadapi atlet Riau.
Beruntung, atlet pemilik rekor dengan catatan waktu 6,36 detik itu bisa dengan tenang menyelesaikan panjatan dengan Raihan waktu 7,30 detik. Di babak semifinal, Desak Rita bisa meraih catatan waktu 6,74 dan membawanya ke final dan bertemu dengan rekan sesama atlet olimpiade asal Banten, Rajjah Sallsabillah.
Duel dua pemanjat tebing putri ini pun memang dinanti-nantikan oleh banyak orang. Sebab, di babak penyisihan kemarin, keduanya menjadi yang tercepat sehingga lolos ke babak 16 besar. Saat itu, Sallsabilah mencatatkan waktu 6,56 dan Desak Rita mencatatkan waktu 6,69.
Konsistensi itu ternyata berlanjut. Di babak final, Sallsabilah yang berada di line A lebih cepat menyalip Desak di posisi tengah dan meraih catatan waktu 6,22 detik. Sedangkan Desak Rita yang berada di line B, meraih catatan 6,74 detik. Ini artinya, kontingen Banten itu meraih medali emas dan Desak Rita harus puas dengan medali perak. Sedangkan medali perunggu diperoleh oleh kontingen Banten.
Sebelumnya, Desak Rita sendiri menargetkan jika dirinya ingin menjadi yang terbaik, namun nasib berkata lain. ”Kalau target, yang pastinya emas untuk Provinsi Bali di PON kali ini,” singkat Desak Rita. ***
Editor : Made Dwija Putera