ACEH, radarbali.id – Setelah sejumlah cabor unggulan gagal meraih emas di Aceh, akhirnya tiga cabor kontingen Bali, yakni rugby, judo dan layar mengakhiri puasa emas tersebut 13 September 2024. Hal ini pun menambah pundi-pundi emas kontingen Bali yang bermain di Aceh dan Sumatera Utara. (Selengkapnya cek grafis klasemen).
Cuaca panas kota serambi mekah -julukan Banda aceh- tak menyurutkan semangat para atlet rugby tim putri saat menghadapi atlet Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) pada babak final yang digelar di Lapangan Lambung, Aceh, Kamis siang (12/9) kemarin.
Sebelum laga, semangat para pemain rugby terlihat begitu membara. Teriakan “Bali nih bos”, Ratu Betara Juara” dilakukan para pemain saat memasuki area pertandingan. Wajar saja. Sebab, dari dua tim yang dikirim, hanya tim rugby putri yang lolos ke final, sedangkan tim putra tersingkir.
Dalam jalannya pertandingan, tim rugby putri berhasil cepat. Bahkan kurang dari dua menit, sudah mencetak 5 poin. Tak lama berselang, tim DIY pun membalas dan skor menjadi imbang 5/5. Namun, babak pertama yang berlangsung 7 menit itu, atlet Bali kembali mencetak poin dan menjadi 10/5.
Di babak kedua, di sinilah tim putri Bali “mengamuk”. Atlet DIY tanpa diberikan poin sekalipun, sedangkan atlet Bali berhasil mencetak 21 poin dan skor pun berakhir 31/5 untuk kemenangan Bali sekaligus menjadi emas perdana atlet yang bermain di Aceh kemarin.
Tangis haru pun usai laga tersebut. Kapten tim rugby putri, Ni Made Lusiana Gustanti saat diwawancara koran ini bahkan tak kuasa menahan tetes air matanya. ”Seneng banget, karena ini adalah emas perdana kami di PON setelah kami gagal di semi final PON di Papua dan sekarang kami mengukir sejarah untuk rugby Bali,” ujarnya.
Atlet asal Tabanan berumur 25 tersebut pun tak mau berpuas diri. Ia bersama rekan-rekannya tetap akan berlatih karena tak menutup kemungkinan akan ada pertandingan lainnya ke depan. Ia pun berjanji bersama timnya untuk memberikan prestasi lainnya untuk Bali kedepannya.
Saat disinggung terkait semangat yang membara, Lusiana pun menyebut hal tersebut dilakukan karena banyaknya dukungan untuk tim putri Bali di PON kali ini. ”Pastinya karena dukungan masyarakat Bali. Jadi kami tidak boleh mengecewakan orang-orang Bali. Jadi kami semangat untuk mendapatkan emas,” sebutnya.
Sementara itu, Pelatih rugby Bali, Wira Ditta Lokantara juga tak mampu menyembunyikan rasa bangganya kepada para atlet binaannya tersebut. ”Ini (emas) yang kami tunggu dari dua tahun lalu, mulai dari persiapan saat BK PON hingga sekarang ini,” ujarnya.
Dijelaskan, untuk cabor rugby ada empat kategori yang dipertandingkan namun Bali hanya mengikuti dua saja. Untuk itu Ia bisa fokus untuk mengejar emas di salah satu kategori yang dipertandingkan ini.
”Jadi kami melakukan persiapan yang sangat matang dan akhirnya bisa dieksekusi (raih emas) hari ini (kemarin),” ungkapnya.
Wira juga menjelaskan jika atlet tim putri yang meraih emas ini merupakan gabungan dengan atlet tim putri yang diturunkan saat di PON Papua lalu.
”Ini gabungan tim junior dan senior dan kami sudah melakukan regenerasi serta semoga ini bisa berlanjut. Harapan saya, atlet jangan pernah puas , terutama yang masih muda,” pungkasnya.
Ketua KONI Bali Teteskan Air Mata
FINAL tim rugby putri melawan tim putri DIY ditonton langsung oleh Ketua KONI Bali, IGN Oka Darmawan kemarin. Jauh sebelumnya, pria asal Buleleng tersebut sudah memprediksi jika cabor rubgy akan meraih emas.
Maka, Ia pun duduk di kursi paling depan dan melihat langsung perjuangan tim putri menaklukan atlet DIY.
Usai memastikan kemenangan telak atas lawannya, Oka Darmawan pun meneteskan air mata karena merasa haru dan bangga dengan perjuangan tim rugby putri Bali tersebut. Sebab, cabor rugby waktu di PON Papua mendapatkan perunggu dan sekarang pecah (emas) ini di Aceh.
”Terima kasih sekali kepada para atlet dan pengurus. Saya nangis melihat luar biasa perjuangan para perempuan bertarung seperti itu. Dan memang seperti itulah kalau mau jadi juara. Tidak gampang. Ini (rugby), full body contact. Tidak hanya soal fisik, tetapi juga keberaniaa. Ini suatu hal yang luar biasa,” ujarnya.
Sejarah pun akhirnya mencatat bagaimana perjuangan rugby Bali ini bisa melahirkan prestasi yang gemilang di PON XXI 2024 Aceh-Sumut. ”Dan ini adalah salah satu juga untuk pundi-pundi untuk kami mendapatkan medali sebanyak target yang kami pasang saat kami mau berangkat dari Bali ke Aceh dan Sumatera Utara,” sebutnya.
Oka Darmawan pun tetap mebngaku optimis untuk bisa mencapai target minimal mendapatkan 45 emas untuk dibawa pulang ke Bali. Di sebutkan masih ada peluang dari berbagai cabor unggulan di Bali untuk bisa kembali mendulang emas di PON tahun ini. Bonus? ”Pasti adalah,” jawabnya lantas tertawa.***
Editor : M.Ridwan