Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ukir Sejarah, Tenis Meja Kontingen Bali Berhasil Meraih Emas di PON Aceh-Sumut

I Wayan Widyantara • Senin, 16 September 2024 | 03:45 WIB

 

SUKSES: Sugita dan Siska (baju kuning) saat berjuang di babak 8 besar di PON XXI Aceh-Sumut 2024.
SUKSES: Sugita dan Siska (baju kuning) saat berjuang di babak 8 besar di PON XXI Aceh-Sumut 2024.

MEDAN, Radarbali.id – Tim ganda campuran kontingen Bali dari cabor tenis meja cetak sejarah dengan meraih emas dalam laga yang berlangsung di GOR Angsapura, Medan, Minggu (15/9). Kedua atlet tersebut adalah Komang Sugita dan Made Siska Pratiwi yang merupakan atlet Buleleng.

 

Sebelum menuju final, kedua atlet ini harus menguras tenaga dalam menyisihkan lawan-lawannya. Di babak 32 besar, Sugita dan Siska memaksa DKI Jakarta menyerah 3-2, dan bisa melaju ke babak 16 besar menghadapi Kalimantan Timur (Kaltim). Di babak itu, Sugita dan Siska juga sukses membuat Kaltim menyerah dengan skor akhir 3-2. 

 

Di babak 8 besar lah, permainan sengit terjadi dan menguras emosi.  Kejar mengejar poin terus terjadi, di antara kontingen Bali dan Jatim. Skor 7-7, kemudian 8-7 hingga skor 9-7 pasangan Sugita Siska unggul. Namun, pasangan Jatim tidak mau menyerah begitu saja. Rizal - Aminah bangkit mengejar poin hingga skor imbang 9-9.

 Baca Juga: Prestasi Taekwondo Bali di PON Meningkat, Akhiri PON 2024 Aceh-Sumut Dengan 8 Medali

Bahkan pasangan ini sempat memimpin 10-9. Berada pada posisi kritis, dua atlet Denbukit ini sempat meminta petunjuk pelatihnya. Mereka sempat terlihat serius mendengarkan arahan pelatih.  Akhirnya, keduanya mampu menyudahi perlawanan atlet Jatim yang didukung suporter khusus dengan skor tipis 12-10.

 

Permainan yang panjang ini, membuat kedua atlet asuhan dari Gede Ardika, Ronald Raung dan Dedi Dacosta ini menangis haru saat memenangkan permainan. Dalam semifinal, kontingen Bali juga menang saat menghadapi Jawa Barat.  Kontingen asal bumi Pasundan ini diperkuat oleh atlet bernama Taufik dan Wida dan berhasil dikalahkan hingga masuk babak final melawan Jatim.

 

Di babak final, atlet Bali ini tampil gemilang dan mampu meraih emas. Tangis pun pecah, karena ini merupakan sejarah bagi kedua atlet tersebut. ”Targetnya emas dan akhirnya terwujudkan juga,” ujar Siska sambil meneteskan air mata bangganya kemarin.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada parent dan pelatih yang telah berjuang dari babak 32 besar. Kami sekarang mendapatkan medali emas. Emas pertama untuk tenis meja untuk Bali,” ujarnya dengan gemetar sekaligus ini juga menjadi PON perdana bagi Siska sendiri.

 

Hal tersebut juga dikatakan Sugita. ”Sangat bangga sekali ya. Sejarah, apalagi pertama kali untuk tenis meja dalam sejarah meraih emas dan satu-satunya ini. Karena dari tahun ke tahun tidak pernah mendapatkan emas,” ujarnya yang mengaku sudah mempersiapkan diri untuk PON ini sejak lama. ***

Editor : Made Dwija Putera
#KONI Bali #PON Aceh-Sumut #atlet bali #tenis meja