Kejuaraan Badung Open Karate Championship II yang digelar di Aula Widya Sabha kampus Unud, Jimbaran kemarin resmi berakhir. Jawara baru pun lahir dalam kejuaran yang masuk dalam agenda KONI Badung Sports Tourism (KBST) tersebut.
SUASANA keseruan tersaji jelang penutupan Kejuaraan Badung Open Karate Championship II kemarin. Sebab, ada pertandingan best of the best atau para juara satu yang kemudian di adu untuk mencari juara yang paling terbaik diantara yang terbaik tersebut.
Untuk diketahui, Kejuaraan Badung Open Karate Championship II kali ini diikuti oleh 1938 peserta. KKI Warriors pun keluar menjadi juara umum dengan raihan 21 medali emas, 10 perunggu dan 17 perak. ”Kami sudah melakukan persiapan yang cukup dan memang menargetkan untuk menjadi juara umum,” kata Nararya Narottama, manajer tim KKI Warriors kemarin,
Bahkan, target medali yang awalnya diperkirakan bisa mencapai 18 emas pun melebihi dari yang didapatkan. ”Luar biasa sekali ya (prestasi) dan ke depan kami ingin kembali mengikuti event-event baik dari Kejurnas maupun event lainnya,” ujarnya.
Di posisi kedua, ditempati oleh Forki Badung dengan raihan 10 emas, 13 perak dan 11 perunggu dan di posisi ketiga, ditempati oleh Pengcab Lemkari Bangli dengan raihan 5 emas, 13 perak dan 7 perunggu.
Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Badung Putu Parwata menutup Kejuaraan Badung Open Karate Championship II. Menariknya, pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Badung tersebut pun menyindir minimnya dana yang diberikan oleh KONI Badung.
“Cabor Karate terbesar (minat peserta) di Badung. Tetapi saya minta KONI memasang anggaran. Ini (event) habisnya Rp 740 juta, sedangkan bantuan KONI Rp. 224 juta. Ini noroknya ya sekitar 500 jutaan,” sebutnya.
Baca Juga: Seribu Lebih Karateka siap Berlaga pada Gendo Law Office Open Karate Championship 2024
Untuk itu, Parwata meminta agar KONI Badung untuk tak ragu menemui DPRD Badung untuk melakukan kerja sama di event selanjutnya. ”Saya minta KONI Badung agar mohon ajukan anggaran ke DPRD. Saya masih ketua anggaran, saya akan support. Jadi jangan ragu-ragu untuk memajukan karate di Badung,” pungkasnya. ***
Editor : Made Dwija PuteraSumber : radarbali.jawapos.com