Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pacu Wisata Bahari, Kiteboarding atau Selancar Layang Jadi Harapan Baru Bali

I Wayan Widyantara • Rabu, 25 September 2024 | 12:45 WIB
DESTINASI BARU: I Made Astika Oye menjadi pelopor yang konsisten mengenalkan olahraga kite boarding di Bali
DESTINASI BARU: I Made Astika Oye menjadi pelopor yang konsisten mengenalkan olahraga kite boarding di Bali

DENPASAR, radarbali.id - Wisata budaya memang menjadi menjadi andalan Bali untuk bisa hidup dari dunia pariwiata dunia. Namun, hal itu juga didukung oleh alamnya seperti dengan pantainya yang juga menjadi buruan wisatawan untuk bermain surfing.

Lambat laun, destinasi pantai ini kian berkembang dengan beragam olahraga laut atau dikenal dengan bahasa wisata bahari. Namun nyatanya bukan sekadar sebagai wisata saja, tetapi juga bisa menjadi prestasi bagi atlet Bali.

Seperti surfing hingga kini berkembang ke selancar layang atau dikenal dengan sebutan kite boarding. I Made Astika Oye menjadi salah satu pelopor yang konsisten mengenalkan olahraga kite boarding di Bali hingga kini. Saat diwawancara Jawa Pos Radar Bali, Astika pun banyak bercerita tentang olahraga yang kian naik daun ini di Bali.

”Saya mengenal kite boarding sejak 2009. Pertama kali saya belajar di Ripcurl School of Surf milik pak Jonny Deaker dan gurunya teman saya, Made Lolo. Saya memilih kite surfing karena olahraga ini keren, bisa freestyle dan juga bisa dibilang praktis peralatan 1 set lengkap bisa di bawa kemana mana naik motor dan juga kalau pas main bebas mau terbang sana sini,” ujarnya.

Di PON XXI 2024 yang digelar di Aceh-Sumut, cabor layar juga mempertandingkan kategori kite boarding dan bahkan, Bali meraih emas untuk pertama kalinya kite boarding dipertandingkan di PON setelah sebelumnya dipertandingkan di Olimpiade Paris di tahun ini. Astika pun menjadi salah satu pejuang yang memasukan olahraga ini ke PON.

Tidak semudah membalikan telapak tangan tentunya. Di tahun 2015, Astika yang merupakan peraih emas di PON Riau 2012 ini diberikan amanah dan tugas oleh ketua umum PB PORLASI (Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia) untuk menjadi ketua pembina bidang prestasi kite boarding.

”Karena saya harus focus dengan tugas sebagai pembina maka di tahun 2017 di kejuaraan tabuhan island PRO kiteboarding saya memutuskan untuk menutup karir saya sebagai atlet. Dan meduduki posisi pertama di kelas freestyle open,” katanta/

Di awal perjuangan menjadi ketua bidang prestasi selama kurang lebih 9 tahun hingga saat ini, Astika mengalami banyak kendala mulai dari penataan atlet kitesurfing karena berbeda aturan di kite boarding lebih ke freedom dan di kelas layar lainya aturan di bawah ISAF (international sailing federation).

”Jadi lumayan susah menjelaskan ke pemain kitesurfing aturan race yang benar itu seperti apa. Biaya peralatan kami harus keluarkan dari kantong masing masing di tambah gudang penyimpanan alat kami sangat tidak layak dan kami masih menumpang di tanah orang lain di pinggir pantai sanur,” kenangnya.

Lalu apa pemicu perjuanganya yang berat itu? ”Yang membuat kami tetap melanjutkan perjuangan karena ada berita bahwa olah raga kite surfing ini tidak akan mungkin masuk PON. Sehingga ini menjadikan motivasi untuk kami tetap maju dan membuktikan kepada mereka bahwa kelas kitesurfing bisa sampai masuk di PON,” jawabnya.

Bagi kelompoknya, ini merupakan perjuangan harga diri. Terlebih ketika mendengar berita formula kite masuk di Olimpiade paris 2024. Peluh itu pun disambut dengan baik. Di PON XXI Aceh-Sumut, kite boarding pun masuk ke kategori cabor layar yang dipertandingkan secara resmi untuk pertama kalinya.

”Astungkara, Tuhan memberikan kami jalan dan juga ini adalah sebagai satu alasan untuk langkah prestasi nasional ke international ke depanya. Saya pribadi tidak akan pernah lupa untuk  mengucapkan rasa hormat dan terima kasih kepada PB PORLASI yang selalu mendukung penuh perjuangan kami selama ini dan juga team bali kiteboarding,” sebutnya.

Meski mampu meraih prestasi emas melalui atlet atas nama I Wayan Wiranatha Meranggi, namun kekhawatiran untuk regenerasi pun juga menjadi persoalan. ”Cuma kalau membicarakan regenerasi kita sudah bisa melihat secara jelas tidak ada regenerasi baru. Yang artinya ada system dan struktur yang perlu dibenahi,” aku pria yang meraih perak di RSone World Tour Marina Bay Singapore 2011 ini.

Baginya, pemimpin yang terbaik itu harus adil dan memberikan kesempatan kepada anak - anak muda dan mencetak atlit atlit berprestasi. ”Saya bersyukur saat ini diberikan kesempatan oleh PB PORLASI untuk melanjutkan sekolah program worldsailing dan olympic solidarity yang bertempat di Inggris,” sebutnya yang saat diwawancara berada di Inggris ini.

”Ini tujuanya agar kita lebih mengerti bagaimana perkembangan layar di luar dan mempelajari cara membina atlit yang benar dan bisa berprestasi. Sehingga tahun depan, kami  sudah siap berlaga di SEA GAMES maupun kejuaraan internasional lainya,” sambungnya.

Yang juga menjadi keresahan adalah dukungan dari pemerintah yang masih minim. Hal ini tak lepas karena kite boarding dulunya bukan bagian dari PORLASI Bali. Baginya menjadi wajar kalau pemerintah tidak mendukung, terlebih belum berprestasi. ”Bersyukur sekarang sudah masuk PON dan kami bisa mempersembahkan medali emas untuk Bali dengan seluruh perjuangan dan peralatan seadanya,” sebutnya.

Untuk itu, Astika yang masih menjabat sebagai Ketua Umum kiteboarding Bali ini berharap kepada pemerintah daerah untuk lebih diperhatikan agar ke depan tetap bisa mempertahankan prestasi dan melahirkan generasi baru yang berprestasi. Karena di Bali punya banyak potensi dan lautan yang sangat luas dan harus bisa memanfaatkan dengan baik.

Selain itum juga berharap adal dukungan berupa gudang dan fasilitas yang layak. Tak lupa, pria yang juga peraih emas freestyle open di TABUHAN PRO kiteboarding 2017 ini berpesan kepada seluruh masyarakat Bali jika dirinya memberikan peluang untuk anak-anak muda yang ingin belajar sailing silahkan datang ke pantai Sanur.

”Dengan senang hati kami akan selalu memberikan kesempatan untuk mencoba siapa tau bisa melanjutkan perjuangan senior - senior yang sudah berkarya sebelumnya. Semoga semakin banyak atlet - atlet baru yang bisa memberikan yang terbaik untuk Bali dan Indonesia,” pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#selancar #destinasi wisata #wisata bahari #Kiteboarding #bali #olahraga air