MANGUPURA, Radarbali.id-Kompetisi Calisthenics terbesar di Indonesia digelar kedua kalinya di Bali, setelah di tahun 2023 lalu. Kini kompetisi olahraga yang menggunakan berat tubuh sendiri sebagai beban kali ini berlangsung dengan nama Calisthenics Cup Obsidian 2024. Kompetisi ini berlangsung di Obsidian Gym, jalan Sempol, Pererenan, Kuta Utara pada Sabtu (28/9) malam.
Lomba ini menghadirkan sejumlah atlet Calisthenics dari berbagai belahan dunia dengan juri oleh para legenda di dunia calisthenics dan dipandu oleh pendiri Cali Creed, Ibrahim Ramzy, seorang pembawa acara dan penyelenggara kompetisi calisthenics internasional yang berpengalaman.
Kategori Calisthenics Cup 2024 meliputi endurance pria dan wanita freestyle, dan static mini games, melibatkan juara yang dipilih secara khusus melalui proses audisi yang dikurasi oleh juri Obsidian. 8 pesaing dari setiap divisi bertarung memperebutkan gelar Juara. Menariknya selain menjadi motivasi bagi atlet muda Indonesia dan negara luar, event ini juga sebagai upaya pengembangan sport tourism di Bali.
Apalagi event ini merupakan event kelas dunia dan menghadirkan para atlet berbakat dari sejumlah belahan negara lain. Salah satu juri, Wijaya Kusuma atau VJ mengatakan, kali ini Vent tersebut juga diikuti oleh sejumlah atlet negara luar seperti Vietnam, Malaysia, Italia, Perancis dan beberapa lainnya.
Baca Juga: Fitnes Terlengkap Buka di Kuta, De Gadjah: De Gym Tak Hanya Komersil, Tapi untuk Sosial
”Dan di acara kali ini ada tiga kategori berbeda dengan tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya itu cuma ada satu kategori yaitu male endurance atau cuma yang buat cowok tapi untuk tahun ini kita ada tiga kategori, yaitu endurance untuk cowok, endurance untuk cewek, dan freestyle,” katanya kepada media di lokasi lomba pada Sabtu (28/9).
Dia menjelaskan, bahwa salah satu tujuan yang ingin dicapai dari event ini adalah agar olahraga seperti ini juga bisa memantik wisatawan asing untuk datang ke Indonesia dan Bali. ”Harapannya setahunnya selalu ada, tidak hanya di Bali mungkin di Jakarta atau bisa jadi setahun menjadi lebih dari satu kali," tambahnya.
Baca Juga: Waw! Pengunjung Pantai Kuta Kian Dimanja dengan Playground, Outdoor Gym dan Skatepark
Pada kesempatan yang sama, Founder Obsidian Arthur Wehantouw selalu salah satu pihak penyelenggara mengatakan, bahwa event olahraga ini juga bertujuan untuk membangkitkan semangat pahlawan dalam diri para atlet. Setidaknya dengan berolahraga bisa mengubah pola pikir para atlet ke arah yang lebih positif.
Sementara itu, Nirmalasari Musli merupakan salah satu-satunya atlet wanita Indonesia yang menduduki peringkat pertama di kategori Female Endurance. Wanita berusia 35 tahun asal Jakarta ini mengaku jika awalnya dia merupakan seorang instruktur fitnes. Dia kemudian mengenal dunia Calisthenics dan mulai menekuninya saat di gym.
”Jadi awalnya saya fitness itu ingin menyembuhkan diri karena dulu saya sakit dan saya terjebak ke grup fitness class. Lalu program kedua saya setelah grup fitness adalah Calisthenics,” ungkapnya.
Baca Juga: Usung Mega-Gym, Fitness Plus Siap Tambah 3 Cabang di Bali
Wanita berparas cantik ini mengaku jatuh cinta dengan olahraga calisthenics karena jenis olahraga tersebut harus benar-benar menggunakan berat badan sendiri.
”Jadi kira benar-benar harus fokus sama badan kita sendiri karena nggak ada alat yang lainnya nggak ada beban yang lainnya cuma ada badan kita sendiri.
Nah jadi disitu saya jatuh cinta sama kalistenik jadi sebenarnya memang karena kesukaan saya terhadap kalistenik aja,” pungkasnya.***
Editor : Made Dwija Putera