Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pushbike Jadi Olahraga Balita Tanpa Pedal yang Sedang Naik Daun di Bali, Begini Keseruannya

I Wayan Widyantara • Minggu, 24 November 2024 | 06:02 WIB

 

MULAI DISUKAI: Anak-anak sedang berlatih pushbike di Living World Denpasar
MULAI DISUKAI: Anak-anak sedang berlatih pushbike di Living World Denpasar

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Di tengah geliat gaya hidup sehat yang semakin berkembang, komunitas pesepeda tanpa pedal atau pushbike di Bali kini tengah menjadi fenomena yang semakin digemari.

Meskipun masih tergolong baru, olahraga ini kini banyak diminati oleh orang tua yang ingin memberikan aktivitas positif bagi anak-anak mereka. Peserta olahraga pushbike ini mayoritas adalah balita, mulai dari usia 28 bulan hingga sembilan tahun.

Pushbike sendiri adalah sepeda khusus yang tidak dilengkapi pedal atau rantai penggerak, sehingga anak-anak harus mengayuh dan menyeimbangkan tubuhnya dengan kaki. Menurut Farid Ardian, Ketua Komunitas Pushbike Bali, olahraga ini memberikan manfaat besar untuk perkembangan motorik anak, serta membantu melatih keseimbangan dan koordinasi gerak tubuh mereka.

 Baca Juga: Polda Bali Ajak Masyarakat Ciptakan Pilkada Sejuk Aman dan Damai

"Olahraga ini tergolong baru di Bali. Banyak yang berminat karena selain menyenangkan, pushbike dapat membentuk keterampilan motorik anak dan melatih keseimbangan serta koordinasi gerak tubuh mereka," ujar Farid saat ditemui kemarin sambari mengatakan komunitasnya sudah berdiri sejak tahun 2022 ini dan memiliki chapter di Denpasar, Badung dan Buleleng.

Ia juga menambahkan bahwa jumlah anggota komunitas pushbike Bali sudah mencapai 89 orang dan yang masih prospek sebanyak 172 peserta ini mencerminkan betapa berkembangnya olahraga ini di Pulau Dewata.

Namun, meski peminatnya terus bertambah, fasilitas latihan pushbike di Bali masih terbatas. Saat ini, komunitas ini mengadakan latihan dua kali seminggu, yaitu setiap Jumat sore di tempat parkir Living World Denpasar dan hari Minggu di kawasan Tahura atau Puspem Badung. Meskipun lokasi latihannya sederhana, para peserta tetap antusias mengikuti kegiatan ini.

 Baca Juga: Tanggal 27 Nomor 2 yang Dituju, Koster-Giri Pastikan Budaya, Seni, Tradisi, Adat dan Kearifan Lokal Bali Lestari

Para peserta pushbike tidak hanya diajarkan untuk mengayuh sepeda, tetapi juga diberikan perlengkapan keamanan yang lengkap. Setiap anak diwajibkan menggunakan helm, sepatu, serta pelindung lutut dan siku saat latihan. Keamanan menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh para pelatih dan orang tua, mengingat usia para peserta yang masih sangat muda dan rentan.

"Kami mengutamakan keamanan anak-anak karena mereka masih balita, dan setiap gerakan mereka perlu pengawasan yang ketat. Kami ingin mereka berlatih dengan nyaman dan aman," tambah Farid.

Untuk bergabung dengan komunitas Pushbike Bali, orang tua hanya perlu memastikan anaknya memiliki sepeda pushbike dan niat untuk berlatih. Tidak ada syarat yang rumit, cukup dengan semangat dan keseriusan orang tua untuk mendampingi perkembangan anak.

 Baca Juga: Waduh! Bule Jerman Pengelola Villa Klaim Dikeroyok Puluhan Orang, Pemilik Rumah Bantah dan Bakal Lapor Balik!

Salah satu orang tua yang aktif mendukung kegiatan ini adalah Kholik Mawardi. Ia mengaku mengenal pushbike melalui media sosial dan memutuskan untuk mengikutsertakan anaknya dalam kegiatan ini.

"Saya lihat ini sangat bagus untuk perkembangan anak saya. Selain itu, pushbike juga memberikan kesempatan anak saya untuk bersosialisasi, belajar mentaati aturan, dan tentu saja memberikan aktivitas positif yang bermanfaat," ungkap Kholik dengan penuh semangat.

Bagi banyak orang tua, pushbike bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga kesempatan untuk anak-anak mereka mengembangkan keterampilan penting yang akan bermanfaat dalam kehidupan mereka kelak.

Dengan semakin banyaknya peminat, tidak menutup kemungkinan bahwa olahraga pushbike akan semakin berkembang di Bali, membuka peluang bagi lebih banyak balita untuk mengasah kemampuan motorik dan keseimbangan tubuh mereka sejak dini.

Tanggal 21 Desember 2024 pushbike Bali akan mengadakan lomba bertajuk "Bali Holy Race" di Taman Hutan Ngurah Rai yang diikuti peserta internasional.***

Editor : M.Ridwan
#naik daun #pushbike #bali #olahraga #balita