MANGUPURA, Radarbali.id – Wacana pengurangan jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 NTB dan NTT menjadi 40 cabor menimbulkan gejolak di beberapa daerah.
Salah satunya datang dari Ketua Umum KONI Badung Made Nariana. Ia tegas menyatakan, tidak setuju dengan gagasan Menpora Dito Ariotedjo yang juga diamini Ketua Umum KONI Pusat, bahwa PON NTB dan NTT nanti hanya memainkan cabor yang dipertandingkan di Olimpiade.
”Cara itu akan merugikan banyak anak-anak yang main di cabor lain di luar cabor Olimpiade,” kata Made Nariana.
Alasan Menpora mengurangi jumlah cabor dari sebelumnya 65 cabor menjadi 40 cabor agar bisa fokus Olimpiade, menurut Nariana tidak tepat.
40 Cabor yang akan dipertandingkan adalah panahan, basket, dancesport, dayung, balap sepeda, anggar, hoki, golf, judo, menembak, skate board, panjat tebing, triathlon, voli, karate, muaythai, wushu, tarung derajat dan bermotor.
Selanjutnya ada cabor akuatik, bulutangkis, tinju, equestrian, sepakbola, senam, bola tangan, pentathlon, rugby, layar, selancar, tenis meja, taekwondo, tenis lapangan, angkat besi, gulat, kempo, pencak silat, kriket serta aerosport. (***)
Editor : Maulana Sandijaya
Sumber : radarbali.id