TABANAN, Radarbali.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tabanan terus memantau perkembangan pembangunan dinding panjat tebing di Lapangan Kediri. Proyek ini merupakan relokasi sebelumnya di Lapangan Alit Saputra, sebagai bagian dari upaya pengembangan fasilitas olahraga di Kabupaten Tabanan.
Ketua KONI Tabanan I Made Nurbawa saat dihubungi Jawa Pos Radar Bali, Selasa (10/12/2024) menyampaikan, proses pembangunan tetap berjalan meskipun cuaca kurang mendukung.
”Hujan memang menjadi kendala, tetapi pekerjaan tetap dilanjutkan. Bahkan, pemasangan struktur utama sudah mulai dilakukan beberapa hari terakhir,” jelas Nurbawa.
Ia menambahkan, kekhawatiran utama bukan hanya hujan, melainkan juga potensi petir, mengingat lokasi proyek berada di area terbuka.
Meski demikian, aspek teknis seperti struktur dinding panjat tebing diyakini tidak akan terpengaruh cuaca.
”Kami bersyukur pengecatan dan pembuatan pondasi sudah selesai sebelum hujan deras mulai turun. Sekarang tinggal pemasangan rangka baja, jadi tidak terlalu banyak masalah. Kendala lebih pada kondisi pekerja yang harus bekerja di tengah hujan, yang tentu dapat memengaruhi stamina mereka,” tambahnya.
Pembangunan dinding panjat tebing ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembinaan atlet panjat tebing di Tabanan.
Dengan fasilitas yang lebih representatif, diharapkan para atlet dapat berlatih dengan optimal untuk menghadapi berbagai kompetisi, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Meski menghadapi tantangan dari cuaca, optimisme tetap menyelimuti proses pembangunan ini.
KONI Tabanan menargetkan penyelesaian proyek sesuai jadwal, yakni Desember ini sehingga fasilitas ini bisa segera dimanfaatkan oleh komunitas olahraga panjat tebing di wilayah tersebut. (***)
Editor : Maulana Sandijaya