RADAR BALI - PSSI melalui Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia memberikan bantuan kepada Andjas Asmara, salah satu legenda sepak bola era 1970-an, untuk menjalani operasi katarak.
Bantuan yang sama pernah diberikan PSSI pada Hermansyah, legenda kiper Timnas Indonesia yang menjalani operasi pengangkatan batu empedu, serta Risdianto yang menjalani operasi jantung.
Andjas Asmara adalah nama yang tak bisa dipisahkan dari sejarah kejayaan sepak bola Indonesia di era 1970-an.
Dikenal sebagai striker haus gol dengan kecepatan dan teknik di atas rata-rata, Andjas Asmara lahir di Medan pada 30 April 1952.
Ia memulai karir sepak bolanya di klub PSMS Medan sebelum akhirnya mencatatkan namanya di Persija Jakarta pada periode 1972-1982.
Andjas Asmara adalah salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Ia memiliki insting mencetak gol yang tajam dan tidak kenal takut dalam berduel dengan pemain belakang lawan.
Andjas Asmara juga dikenal sebagai pemain yang memiliki kecepatan dan kelincahan di atas rata-rata.
Selama berkarir di sepak bola, Andjas Asmara telah memperkuat beberapa klub besar di Indonesia, seperti PSMS Medan, Persija Jakarta, dan PS Jayakarta.
Bersama Persija Jakarta, Andjas Asmara berhasil meraih dua gelar juara kompetisi PSSI pada tahun 1973 dan 1975.
Membela Timnas Indonesia
Andjas Asmara juga merupakan salah satu pemain andalan tim nasional Indonesia pada era 1970-an.
Ia telah tampil sebanyak 30 kali untuk timnas Indonesia dan mencetak beberapa gol penting.
Salah satu momen yang paling dikenang adalah ketika Andjas Asmara mencetak gol ke gawang timnas Uruguay yang dijaga oleh kiper legendaris Ladislao Mazurkiewicz pada tahun 1974.
Mazurkiewicz adalah bintang sekaligus pemain veteran di Timnas Uruguay. Dia tercatat membela Uruguay di tiga Piala Dunia, yakni 1966, 1970, 1974.
Andjas Asmara juga merupakan bagian dari timnas Indonesia yang hampir lolos ke Olimpiade 1976.
Sayang, impian Indonesia untuk tampil di Olimpiade harus pupus setelah Andjas Asmara dan Suaib Rizal gagal mengeksekusi penalti ke gawang Korea Utara yang dijaga Jin In-Chol di babak kualifikasi.
Prestasi Tertinggi
Prestasi tertinggi yang pernah diraih oleh Andjas Asmara adalah membawa Persija Jakarta meraih dua gelar juara kompetisi PSSI pada tahun 1973 dan 1975.
Selain itu, ia juga pernah menjadi bagian dari timnas Indonesia yang hampir lolos ke Olimpiade 1976.
Bintang-bintang Seangkatan
Di era keemasannya, Andjas Asmara berbagi lapangan dengan pemain-pemain hebat lainnya di Timnas Indonesia. Beberapa di antaranya adalah:
- Ronny Pasla: Penjaga gawang dengan refleks cepat dan kemampuan membaca arah bola.
- Sutan Harhara: Bek tangguh dengan jiwa kepemimpinan.
- Oyong Liza: Pemain belakang serba bisa yang mampu bermain sebagai bek dan gelandang bertahan.
- Andi Lala: Gelandang tengah dengan dribbling dan umpan akurat.
- Abdul Kadir: Penyerang sayap yang berbahaya dengan kecepatan dan kemampuan penetrasi.
- Iswadi Idris: Pemain depan dengan teknik tinggi dan visi bermain yang luas.
- Waskito: Gelandang tengah dengan stamina kuat dan daya juang tinggi.
- Suaib Rizal: Bek tangguh yang juga menjadi rekan Anjas Asmara di Pra Olimpiade 1976.
Prestasi dan Warisan
Dua gelar juara kompetisi PSSI bersama Persija Jakarta pada tahun 1973 dan 1975 menjadi puncak prestasi Andjas Asmara.
Meskipun gagal membawa Indonesia ke Olimpiade 1976, perjuangannya tetap dikenang.
Andjas Asmara adalah legenda yang menginspirasi. Talenta, semangat juang, dan dedikasinya untuk sepak bola Indonesia patut menjadi teladan. Namanya akan selalu tercatat dalam sejarah persepakbolaan Indonesia.
Biodata Singkat Anjas Asmara:
- Nama Lengkap: Andjas Asmara
- Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 30 April 1952
- Posisi: Penyerang
- Klub: PSMS Medan, Persija Jakarta, PS Jayakarta
- Jumlah Penampilan di Timnas Indonesia: 30 ***