BADUNG, Radar Bali.id - Bupati Badung, I Nyoman Adi Arnawa, baru-baru ini menyampaikan keinginannya untuk membenahi sarana prasarana olahraga di daerah yang dipimpinnya. Meski baru menjabat kurang dari 100 hari, Adi Arnawa sudah menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan sektor olahraga di Badung dengan merencanakan pembangunan Sport Centre di GOR Mengwi.
Dalam sebuah pertemuan dengan Pengurus KONI Badung di kediamannya, Adi Arnawa mengungkapkan rencananya untuk memindahkan SMP Negeri yang terletak di sebelah utara GOR Mengwi.
Langkah ini akan membuka ruang bagi perluasan lahan GOR, yang pada gilirannya akan memungkinkan pembangunan beberapa gedung untuk venues olahraga.
Selain itu, rencana ini juga akan meningkatkan aksesibilitas dengan membuka jalan yang menghubungkan ke arah Terminal Mengwitani di bagian selatan.
Adi Arnawa, yang berasal dari Pecatu, Badung Selatan, menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap sektor olahraga di Badung. ”Olahraga di Badung perlu perhatian lebih serius. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyediakan sarana olahraga yang memadai agar atlet Badung dapat berlatih dan berkembang lebih baik," ujarnya.
Baca Juga: Darurat! Gunakan Anggaran Tak Terduga, Agenda KONI Badung Digeser ke GOR Mengwi
”Dengan dibangunnya fasilitas olahraga yang memadai, diharapkan Badung akan menjadi pusat prestasi olahraga di Bali," sambungnya.
Salah satu fokus utama dari Bupati Adi Arnawa adalah pembenahan total lapangan sepakbola di GOR Mengwi. Direncanakan bahwa lapangan ini akan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menampung ribuan penonton, menciptakan suasana yang lebih hidup untuk pertandingan sepakbola di Badung.
”Lapangan sepakbola GOR Mengwi akan kami benahi total. Kami ingin stadion ini tidak hanya menjadi tempat latihan, tetapi juga menjadi tempat yang mampu menampung ribuan penonton saat pertandingan. Ini akan menjadi pusat perhatian bagi masyarakat Badung dan Bali,” tambah Bupati Adi Arnawa.
Keinginan Bupati Badung ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum KONI Badung, Made Nariana, serta Sekretaris KONI Made Sutama.
Mereka mengungkapkan kebanggaannya atas inisiatif Bupati yang di masa jabatan pertamanya ini sudah menunjukkan keseriusannya untuk membenahi sejumlah venues olahraga di Badung.
Nariana juga menyampaikan apresiasinya terhadap atlet Badung yang sudah sembilan kali meraih juara umum di Pekan Olahraga Provinsi Bali, meskipun fasilitas latihan yang ada masih sangat terbatas.
Banyak cabang olahraga yang saling berebut menggunakan lapangan yang sama, bahkan ada yang terpaksa latihan di lapangan kosong secara bergiliran.
”Kami sangat mengapresiasi niat Bupati Adi Arnawa yang begitu serius membenahi sarana olahraga di Badung. Atlet Badung sudah membuktikan prestasinya, namun fasilitas yang ada belum mencukupi. Dengan adanya pembangunan Sport Centre dan perbaikan sarana olahraga, saya yakin atlet kita akan semakin berkembang," kata Nariana.
Namun, Nariana juga mengingatkan agar dalam pembangunan gedung olahraga, PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) perlu selalu berkonsultasi dengan cabang olahraga terkait.
Hal ini penting agar fasilitas yang dibangun memenuhi syarat teknis yang dibutuhkan. Ia mencontohkan, sebuah gedung basket di Sading yang tidak dapat digunakan untuk pertandingan bola basket karena tidak memenuhi standar teknis, meskipun lahannya cukup luas.
”Untuk itu, kami sangat berharap PUPR selalu berkoordinasi dengan kami dalam setiap pembangunan gedung olahraga. Kami ingin agar setiap fasilitas yang dibangun dapat memenuhi kebutuhan teknis dari cabang olahraga yang bersangkutan," ujar Nariana.
Selain itu, Nariana juga menyarankan agar dalam pengembangan GOR Mengwi, termasuk lapangan sepakbola, pihak Pemkab Badung bersama DPRD dan KONI melakukan studi tiru ke daerah lain yang sudah memiliki stadion sepakbola besar.
Menurutnya, lapangan sepakbola yang akan dibangun sebaiknya memiliki kapasitas 40.000 penonton agar layak untuk pertandingan level Liga 1 PSSI.
Jika dibangun dengan kapasitas hanya 20.000 penonton, katanya, stadion tersebut bisa menjadi mubazir karena hanya akan digunakan untuk Liga 2, yang cenderung kurang diminati penonton.
”Agar stadion yang dibangun nanti tidak mubazir, kami berharap kapasitasnya bisa mencapai 40.000 penonton. Dengan kapasitas besar, stadion ini bisa digunakan untuk pertandingan level Liga 1 yang lebih menarik bagi penonton. Badung harus bisa membangun stadion yang kualitasnya setara dengan yang ada di Gianyar," pungkas Nariana. [*]
Editor : Hari Puspita