SINGARAJA, Radar Bali.id - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng kini tengah menyiapkan kontingen untuk perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025. Ini dilakukan setelah ratusan atlet-atlet di Buleleng mengikuti sejumlah seleksi ketat.
Sebelumnya, sebanyak 800 atlet dari 48 cabang olahraga (cabor) asal Buleleng mengikuti tes fisik pada Selasa (8/4/2025) dan Rabu (9/4/2025) di GOR Undiksha Jinengdalem.
Kemudian lanjut Jumat (11/4/2025) dengan psikotes yang bertempat di SMKN 3 Singaraja. Seleksi ketat ini menjadi ajang pertaruhan mereka, apabila ingin terlibat dan berkontribusi dalam Porprov Bali pada September 2025.
Ini juga sekaligus menyaring ”rombengan-rombengan” agar tidak masuk dalam rombongan perwakilan olahraga Buleleng.
Selain tes yang melibatkan atlet secara langsung, KONI Buleleng juga sudah melakukan seleksi yang menyertakan para pelatih serta ketua pengurus kabupaten masing-masing cabor.
Dilakukan dengar pendapat antara pengurus KONI Buleleng dengan perwakilan cabang olahraga. Tujuannya untuk mengetahui batas-batas prestasi atlet yang diajukan.
”Semua seleksi ini kami konversikan ke dalam skor. Begitu juga dengan piagam yang mereka dapatkan. Jadi kami bisa tahu siapa saja yang cocok dan layak masuk ke dalam kontingen Buleleng di Porprov Bali 2025,” ujar Ketua Umum KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja pada Senin (28/4/2025) siang.
Setelah dikonversi, hasil skor yang didapatkan dikaji lagi oleh Bidang Sport Science KONI Buleleng. Langkah-langkah ini memang bertujuan memantapkan kontingen Buleleng, setidaknya dapat tetap berada di posisi tiga besar Porprov Bali.
Wiratmaja menuturkan, kapasitas kontingen Buleleng ada kuotanya. Jadi tidak semua atlet yang ikut seleksi yakni 800 orang, dapat masuk menjadi delegasi olahraga Bali utara. Artinya, berdasarkan seleksi ini akan ada penyusutan jumlah atlet alias yang terpilih saja yang masuk.
”Dari hasil skor, kami akan sampaikan jumlah kuota dari cabor-cabor. Bahwa tetap yang berangkat adalah atlet paten, untuk meraih medali emas,” tegas Wiratmaja. [*]
Editor : Hari Puspita