RADAR BALI - Pertandingan terakhir BRI Liga 1 2024/2025 akan menyajikan duel sengit antara Persebaya Surabaya dan Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Jumat malam (23/5).
Laga ini menjadi penentu krusial bagi Persebaya dalam memperebutkan tiket ke kompetisi Asia musim depan, sementara Bali United datang dengan tekad memberikan yang terbaik dalam laga perpisahan sang pelatih, Stefano Cugurra.
Asa Persebaya Menuju Asia
Persija maupun Persebaya tidak akan bisa bertanding di Liga Champions Asia karena kendala lisensi.
Meski demikian, Persebaya Surabaya memiliki peluang untuk berlaga di AFC Challenge League meski syaratnya tidak mudah.
Bajul Ijo wajib memenangkan pertandingan melawan Bali United, dan pada saat yang bersamaan, berharap dua pesaing terdekatnya, Dewa United (58 poin) dan Malut United (56 poin), terpeleset di laga pamungkas.
Saat ini, Persebaya berada di posisi ketiga dengan 56 poin, sama dengan Malut United, menjadikan laga ini sebagai hidup-mati untuk ambisi Asia mereka.
"Kami bertekad menutup musim ini dengan happy ending, meski secara statistik kami cukup kesulitan dalam beberapa pertemuan terakhir melawan Bali United," ujar Uston Nawawi, asisten pelatih Persebaya yang akan menggantikan Paul Munster yang absen karena hukuman kartu merah.
Konsistensi Persebaya di paruh kedua musim ini, ditambah dukungan penuh Bonek di GBT, diharapkan menjadi modal penting untuk meraih kemenangan.
Jika gagal menembus panggung Asia, Persebaya masih memiliki kesempatan untuk berkompetisi di level ASEAN melalui ASEAN Club Championship 2025/2026.
Namun, bagi tim kebanggaan Surabaya ini, tampil di kancah Asia adalah target utama.
Bali United: Laga Emosional dan Ambisi Memberi yang Terbaik
Di sisi lawan, Bali United datang ke GBT dengan misi tak kalah penting. Bagi pelatih kepala Serdadu Tridatu, Stefano Cugurra, pertandingan ini bukan sekadar laga terakhir musim ini, melainkan juga laga yang sarat emosi.
Persebaya adalah klub pertamanya di Indonesia pada tahun 2003, kala itu sebagai pelatih fisik, dan Uston Nawawi merupakan salah satu anak asuhnya. Menariknya, laga ini juga menjadi penutup perjalanan Teco bersama Bali United.
"Kami tahu Persebaya ingin menang di laga besok agar bisa bermain di AFC musim depan. Mereka akan didukung Bonek dan bermain menyerang. Kami juga harus bisa bertahan yang bagus agar tidak kebobolan dan tentu Bali United juga akan menyerang ke gawang mereka," jelas Coach Teco.
Teco juga memuji sosok Uston Nawawi dan mengenang masa-masa kebersamaan mereka.
"Saya punya banyak kenangan dengan Persebaya dan Kota Surabaya. Saya besok akan menghadapi tim Persebaya, banyak teman di sana, termasuk Uston Nawawi yang dulu pemain bagus sekali. Laga besok adalah laga terakhir saya dengan Bali United, pasti saya mau berikan yang terbaik buat Bali United," tutupnya.
Melihat rekor pertemuan kedua tim sejak 2019 di bawah arahan Coach Teco, Bali United mendominasi dengan 6 kemenangan, 1 hasil imbang, dan hanya 2 kekalahan dari Persebaya.
Data ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Bajul Ijo, namun dengan ambisi besar dan dukungan suporter, Persebaya siap berjuang habis-habisan demi mewujudkan mimpi tampil di pentas Asia.
Pertandingan ini dipastikan akan menjadi tontonan menarik yang penuh drama dan intensitas.
Head to Head Persebaya Surabaya Vs Bali United di Liga 1 bersama Coach Teco:
- Bali United 2-0 Persebaya Surabaya (28/12/2024)
- Persebaya Surabaya 0-2 Bali United (24/4/2024)
- Bali United 3-1 Persebaya Surabaya (20/10/2023)
- Bali United 4-0 Persebaya Surabaya (18/2/2023)
- Persebaya Surabaya 0-1 Bali United (2/9/2022)
- Bali United 0-3 Persebaya Surabaya (25/3/2022)
- Persebaya Surabaya 3-1 Bali United (5/1/2022)
- Persebaya Surabaya 1-1 Bali United (24/9/2019)
- Bali United 2-1 Persebaya Surabaya (16/5/2019).
***