Barito Putera Rekrut Teco Cugurra, PSS Sleman Pertahankan Pieter Huistra
Dhian Harnia Patrawati• Selasa, 3 Juni 2025 | 23:02 WIB
FOKUS TUNTASKAN LAGA SERDADU TRIDATU: Pelatih kepala Bali United, Stefano “Teco” Cugurra. (miftahuddin/radar bali)
RADAR BALI - Dunia sepak bola Indonesia kembali diwarnai kabar menarik dari bursa pelatih, yang sekaligus memunculkan tanda tanya besar seputar regulasi penggunaan pelatih asing di Liga 2.
Barito Putera secara mengejutkan resmi menunjuk Stefano "Teco" Cugurra sebagai pelatih kepala mereka, meskipun klub asal Kalimantan Selatan ini akan berlaga di kasta kedua musim depan.
Di sisi lain, PSS Sleman memilih untuk mempertahankan Pieter Huistra sebagai nakhoda tim Super Elja.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali menegaskan komitmennya untuk melarang pelatih asing di Liga 2, sebuah kebijakan yang kini berpotensi menjadi kontroversi menyusul keputusan Barito Putera.
Teco Turun Kasta Bersama Barito Putera
Kabar mengejutkan datang dari Barito Putera yang secara resmi mengumumkan penunjukan Stefano "Teco" Cugurra sebagai pelatih kepala mereka.
Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram resmi klub @psbaritoputeraofficial pada hari ini.
"Kapal besar tak takut gelombang. Dengan nakhoda berpengalaman, kami siap hadapi ombak Liga 2! Selamat datang Coach Teco, mari berjuang bersama!" tulis admin akun Barito Putera, menyambut pelatih asal Brasil tersebut.
Keputusan ini cukup mengejutkan publik sepak bola nasional. Pasalnya, Teco dikenal sebagai pelatih elite yang sukses membawa Persija Jakarta juara Liga 1 pada 2018.
Dia juga mengantarkan Bali United meraih dua gelar Liga 1 berturut-turut pada 2019 dan 2021/2022. Kemampuannya dalam mengembangkan pemain muda dan gaya transisi cepat telah menjadi ciri khasnya.
Barito Putera sendiri harus terdegradasi ke Liga 2 setelah finis di peringkat ke-17 klasemen akhir Liga 1 musim 2024/2025.
Kehadiran Teco diharapkan mampu membangkitkan performa tim dan membawa Laskar Antasari segera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pemilik klub Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman menyambut hangat kedatangan Teco melalui akun Instagram pribadinya, “Bismillah. Selamat datang Coach Teco,” tulisnya.
PSS Sleman Tetap Percayakan Pieter Huistra
Berbeda dengan Barito Putera, PSS Sleman memilih untuk mempertahankan Pieter Huistra sebagai pelatih kepala mereka untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2025/2026.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Manajer Tim PSS Sleman, Leonard Tupamahu, kepada Radar Jogja pada Senin (2/6/2025).
"Coach Pieter masih ada kontrak itu sampai dua tahun dia. Untuk musim besok coach Pieter masih bisa bergabung dengan PSS," kata Leonard.
Selama memimpin Super Elja di Liga 1 musim 2024/2025, pelatih asal Belanda itu dinilai berhasil memberikan pengaruh positif. Huistra tak hanya membangun pondasi tim yang solid, tetapi juga membawa gaya permainan yang terstruktur.
Menjelang akhir musim lalu, PSS bahkan sempat mencatatkan empat kemenangan beruntun di bawah arahannya.
Meski demikian, manajemen PSS tetap menanti kejelasan regulasi pelatih asing di Liga 2. "Itu nanti akan kami pikirkan seperti apa. Tapi statusnya dia saat ini adalah pelatihnya PSS Sleman," tegas Leonard.
Erick Thohir Ngotot Liga 2 Tanpa Pelatih Asing
Di tengah manuver klub-klub dengan pelatih asing, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali menegaskan pendiriannya mengenai larangan penggunaan pelatih asing di Liga 2.
Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), Erick menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari upaya PSSI untuk mendorong kesempatan berkarir bagi para pelatih lokal di Indonesia.
“Kita harus memberikan kesempatan maksimal kepada pelatih kita. Contohnya, di Timnas U17 ada coach Nova Arianto, di Timnas U20 ada coach Indra Sjafri, dan di Liga 2 pun kita melarang adanya pelatih asing agar pelatih Indonesia dapat lebih berkembang,” ujar Erick Thohir.
Pernyataan ini sontak menjadi sorotan, mengingat Liga 2 saat ini memang didominasi oleh pelatih lokal. Namun, rumor tentang beberapa klub yang mulai mencoba menggunakan pelatih asing di musim 2025/2026 telah beredar.
Erick Thohir juga menyebut bahwa kebijakan pelarangan pelatih asing di Liga 2 merupakan salah satu bentuk implementasi program kerja PSSI bersama pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
“Hasil diskusi saya dengan Patrick Kluivert dan tim, sejak awal saya ingin ada transfer knowledge untuk pelatih-pelatih kita. Ini bagian dari upaya kita dalam mengembangkan talent pool,” imbuh Erick Thohir.
Keputusan PSS Sleman mempertahankan Pieter Huistra jelas menimbulkan pertanyaan besar terkait implementasi regulasi pelarangan pelatih asing di Liga 2.
Apakah PSSI akan tetap teguh pada pendiriannya atau akan ada pengecualian atau perubahan regulasi menyusul kedatangan pelatih sekaliber Teco di kasta kedua?
Perkembangan ini akan menjadi salah satu dinamika paling menarik menjelang bergulirnya Liga 2 musim depan. ***