DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Musim 2025 menjadi catatan penuh pembelajaran bagi Bali United Basketball. Di tengah perjuangan keras sepanjang musim reguler Indonesian Basketball League (IBL) Gopay 2025, tim berjuluk Tridatu Warriors harus menerima kenyataan pahit: gagal melaju ke babak 8 besar.
Kepastian itu datang setelah kekalahan terbaru dari Tangerang Hawks, yang memperpanjang rekor negatif mereka menjadi 5 kemenangan dan 19 kekalahan. Dengan total raihan 29 poin dan hanya menyisakan dua laga tandang melawan tim papan atas, Satria Muda Pertamina dan Dewa United Banten, secara matematis Bali United sudah tak mampu mengejar poin tim-tim di zona playoffs.
Pelatih kepala Bali United, I Gusti Rusta Wijaya, secara jujur mengungkapkan salah satu titik lemah timnya musim ini.
”Saya melihat dari sisi defensive tim sudah bermain sangat baik, hanya saja memang sisi rebounds kami kalah dari Tangerang Hawks. Sehingga game kali ini kami kehilangan dari tim tamu,” ujar Rusta.
Tak sekadar satu pertandingan, kelemahan dalam penguasaan bola kedua (rebounds) tampaknya menjadi cerminan dari permasalahan lebih dalam dalam skuad Bali United sepanjang musim ini. Ketidakseimbangan antara pertahanan dan serangan, serta kurangnya konsistensi dalam menjaga momentum permainan, menjadi kombinasi yang fatal dalam perburuan tempat di big 8.
Sebagai tim yang tergolong muda di kancah bola basket profesional Indonesia, ekspektasi terhadap Bali United tidak pernah kecil. Apalagi, klub ini membawa nama besar dari induk sepak bolanya yang kaya prestasi.
Namun, adaptasi dan perkembangan di lapangan basket nyatanya memerlukan proses yang tak singkat. ”Semoga dua game away nanti bisa meraih poin penting buat kami,” harap sang pelatih, meski hasil akhir tak akan mengubah posisi mereka di luar zona delapan besar.
Peringkat ke-11 menjadi posisi sementara yang menggambarkan kerasnya persaingan IBL musim ini bagi Bali United. Ketika lawan-lawan terus berkembang dengan kedalaman skuad dan pengalaman bertanding, Tridatu Warriors masih harus mencari racikan terbaik untuk bersaing di level tertinggi.
Kegagalan ini memang pahit, namun juga bisa menjadi bahan evaluasi penting. Bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dalam membangun mentalitas tim, kedalaman skuad, hingga strategi jangka panjang.
Karena bagi Bali United Basketball, musim depan harus dimulai dari sekarang—dengan belajar dari setiap rebound yang terlepas, dan setiap peluang yang tak bisa dimaksimalkan. ***
Editor : M.Ridwan