DENPASAR,radarbali.jawapos.com – Kemenangan Timnas Indonesia atas China 1-0 membawanya masuk pada round 4 Kualifikasi Piala Dunia.
Gol Ole Romeny yang dihasilkan dari penalti atas pelanggaran China terhadap Ricky Kambuaya menorehkan tiga poin.
Pujian diterima oleh Timnas Indonesia yang malam itu bermain sangat indah sehingga mampu mengalahkan tembok pertehanan China.
Dari masyarakat hingga pejabat negara serta PSSI turut serta memberikan apresiasi terhadap Timnas Indonesia berupa hujan hadiah.
Tak hanya Timnas Indonesia yang dibanjiri pujian namun pelatih Patrick Kluivert turut merasakan manisnya sanjungan pemerintah.
Patrick Kluivert yang baru bergabung pada Januari lalu dan baru menghadapi tiga laga dengan dua kali menang dan satu kali kalah kini menuai popularitas tinggi.
Patrick Kluivert bak pahlawan di tubuh Timnas Indonesia saat ini hingga menuai pro dan kontra netizen.
PSSI sendiri secaara blak-blakan menyebutkan jika kualitas Patrick Kluivert sangat berbeda dengan pelatih sebelumnya.
Ia berani mengambil Keputusan menurunkan pemain Liga 1 dan memberikan kesempatan yang sama dengan pemain keturunan lainnya.
Pujian PSSI secara terang-terangan serta membandingkannya dengan pelatih yang terdahulu membuat netizen geram.
PSSI dinilai sangat provokatif dan terlalu cepat membandingkan dua kualitas pelatih tersebut.
Netizen menyebutkan jika pemerintah telah melupakan jasa dan perjuangan Shin Tae Yong dalam membesarkan Timnas Indonesia.
Kekuatan Timnas Indonesia saat ini tak lepas dari perjuangan Shin Tae Yong dalam mengasuh anak didiknya.
Akan tetapi minimnya apresiasi ditunjukkan oleh PSSI setelah kemenangan kedua Patrick Kluivert.
Kendati demikian Shin Tae Yong yang sekarang telah memiliki jabatan mentereng di Korea memilih untuk bungkam seribu bahasa atas segala huru-hara dan sindirian dari PSSI.***
Editor : Desi Rabiati