RADAR BALI – Timnas Jepang sekali lagi menunjukkan dominasinya atas Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang berlangsung Selasa malam kemarin.
Kemenangan telak yang diraih Samurai Biru seolah menegaskan jurang perbedaan kualitas antara kedua tim, sebuah realita yang juga tercermin jelas dari nilai pasar skuad mereka dan juga perbedaan mencolok dalam peringkat FIFA.
Angka-angka ini bak bumi dan langit, memberikan gambaran mengapa Jepang begitu superior.
Dominasi Nilai Pasar Pemain Timnas Jepang
Menurut data terbaru dari Transfermarkt per 10 Juni 2025, total nilai pasar pemain Timnas Jepang mencapai angka fantastis sekitar Rp2,51 triliun (€144,50 juta).
Angka ini menempatkan Jepang sebagai salah satu tim termahal di Asia dan menegaskan status mereka sebagai kekuatan sepak bola dunia.
Bintang-bintang Jepang yang bermain di liga-liga top Eropa menjadi penyumbang terbesar nilai fantastis ini. Sebut saja Takefusa Kubo, gelandang serang Real Sociedad, yang menjadi pemain termahal di skuad Jepang dengan nilai pasar sekitar Rp521,45 miliar (€30 juta).
Diikuti oleh Kaishu Sano dari Club Brugge dengan Rp347,63 miliar (€20 juta), dan penjaga gawang muda berbakat Zion Suzuki dari Sint-Truiden dengan Rp243,3 miliar (€14 juta).
Kehadiran pemain-pemain seperti Daichi Kamada yang bernilai Rp208,5 miliar (€12 juta) dan Koki Machida senilai Rp173,82 miliar (€10 juta) juga semakin melengkapi daftar bintang bernilai tinggi dalam skuad Hajime Moriyasu.
Timnas Indonesia Terus Berbenah, Namun Jauh Tertinggal
Di sisi lain, Timnas Indonesia, meski terus menunjukkan perkembangan signifikan terutama dengan masuknya pemain-pemain diaspora, masih berada di level yang berbeda.
Total nilai pasar skuad Garuda tercatat sekitar Rp527,5 miliar (€31,90 juta). Angka ini memang menempatkan Indonesia sebagai salah satu tim dengan nilai pasar tertinggi di Asia Tenggara, namun masih sangat jauh di bawah Jepang.
Pemain-pemain naturalisasi atau berdarah Indonesia yang bermain di Eropa menjadi tulang punggung nilai pasar Timnas Indonesia. Mees Hilgers dari FC Twente menjadi yang termahal dengan sekitar Rp112,98 miliar.
Menguntit di bawahnya Jay Idzes (Venezia) dengan Rp86,91 miliar, dan Kevin Diks (Copenhagen) yang bernilai Rp78,22 miliar.
Nama-nama seperti Emil Audero sekitar Rp55,62 miliar dan Calvin Verdonk sekitar Rp43,45 miliar juga turut memperkuat valuasi skuad Merah Putih.
Jurang Kualitas Nilai Transfer dan Peringkat FIFA
Perbedaan total nilai pasar yang mencapai hampir lima kali lipat ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah cerminan dari liga tempat para pemain berkompetisi, pengalaman yang mereka dapatkan di level tertinggi, serta kualitas individu yang terbentuk dari persaingan ketat.
Pemain Jepang mayoritas berkompetisi di liga-liga top Eropa seperti La Liga, Bundesliga, Eredivisie, atau Liga Belgia, yang notabene memiliki intensitas dan kualitas jauh di atas Liga 1 Indonesia atau liga-liga Eropa level kedua.
Perbedaan ini semakin diperjelas dengan gap yang mencolok dalam Peringkat FIFA. Sebelum pertandingan, Timnas Jepang berada di posisi ke-17 dunia, menjadikannya tim Asia dengan peringkat tertinggi.
Sementara itu, Timnas Indonesia yang sedang dalam tren peningkatan dan sempat mencapai peringkat 116 dunia, diperkirakan akan turun ke posisi 118 atau 119 setelah kekalahan telak ini.
Selisih lebih dari 100 peringkat ini menunjukkan perbedaan fundamental dalam pengalaman bertanding di level internasional dan konsistensi performa.
Meskipun Timnas Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas skuadnya dengan menarik pemain-pemain berdarah Indonesia yang bermain di luar negeri, jurang perbedaan dengan tim sekuat Jepang masih terasa sangat lebar.
Hasil pertandingan kemarin malam menjadi bukti nyata bahwa nilai pasar dan peringkat FIFA memang memiliki korelasi kuat dengan performa di lapangan.
Pertandingan ini mungkin menjadi pelajaran berharga bagi Timnas Indonesia untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas, baik dari segi pembinaan pemain muda maupun pemanfaatan talenta-talenta diaspora.
Semoga di masa depan, perbedaan "nilai pasar" dan peringkat FIFA ini bisa semakin menipis, seiring dengan peningkatan prestasi Timnas Indonesia di kancah internasional. ***
Editor : Ibnu Yunianto