RADAR BALI - Menjelang bergulirnya ASEAN Cup U-23 2025 pada 15-29 Juli mendatang di Indonesia, serta menatap Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di bulan September, pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, tengah sibuk meracik skuad terbaiknya.
Turnamen ASEAN Cup menjadi ajang pemanasan krusial, terutama karena Timnas U-23 akan menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Malaysia di fase grup, dan berpotensi bertemu Vietnam dan Thailand di babak selanjutnya.
Sedangkan di Kualifikasi Piala Asia U-23, Timnas Indonesia punya peluang yang tinggi karena lolos dari pot neraka yang dihuni oleh tim-tim kuat, seperti Arab Saudi, Jepang (juara Piala Asia U-23 2024), Uzbekistan (runner-up Piala Asia U-23 2024), dan Irak (juara tiga Piala Asia U-23 2024).
Indonesia berada di pot 2 bersama Korea Selatan, Vietnam, dan Qatar.
Gerald Vanenburg, yang sebelumnya merupakan asisten pelatih Patrick Kluivert di timnas senior, kini memimpin proyek Garuda Muda untuk mengukir prestasi di tingkat regional maupun benua.
Dengan komposisi grup yang menantang di ASEAN Cup (bersama Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam), serta tantangan yang menanti di Kualifikasi Piala Asia U-23, pemilihan pemain menjadi kunci.
Berikut adalah daftar pemain muda berbakat yang berpotensi besar dipanggil Vanenburg untuk memperkuat Timnas Indonesia U-23 di dua agenda penting tersebut:
Penjaga Gawang: Benteng Terakhir Garuda Muda
- Daffa Fasya (Borneo FC): Kiper kelahiran 2004 ini sudah memiliki pengalaman di timnas U-23 sebelumnya, bahkan menjadi pelapis Shin Tae-yong di Piala Asia U-23 2024. Pengalaman di atmosfer kompetisi besar akan sangat berharga.
- Cahya Supriadi (Bekasi City): Menjadi salah satu kiper muda yang terus berkembang dan patut diperhitungkan.
- Ikram Alghifari (Semen Padang): Opsi kiper muda lainnya yang memiliki potensi.
Lini Pertahanan: Kokoh dan Fleksibel
- Justin Hubner (Wolverhampton): Bek tangguh ini menjadi pilar utama di lini belakang dan kerap dipanggil timnas senior. Kehadirannya akan sangat krusial, meski ketersediaannya seringkali bergantung pada jadwal klub.
- Muhammad Ferarri (Persija Jakarta): Dengan postur tinggi dan pengalaman di Liga 1 serta timnas senior, Ferarri adalah bek tengah yang solid dan lugas.
- Dion Markx (NEC Nijmegen): Bek diaspora yang memiliki potensi besar untuk memperkuat pertahanan.
- Meshal Hamzah (PSBS Biak): Bek muda yang menunjukkan perkembangan menjanjikan.
- Kadek Arel (Bali United): Bek tengah muda yang siap bersaing untuk mendapatkan tempat.
- Tristan Goiijer (PEC Zwolle): Opsi bek kanan diaspora yang bisa memberikan dimensi baru.
- Doni Tri Pamungkas (Persija Jakarta): Bek kiri yang serbaguna dan memiliki mentalitas bermain di level tinggi.
- Tim Gypens (FC Emmen): Bek kiri diaspora lainnya yang berpotensi masuk dalam daftar.
Lini Tengah: Pengatur Ritme dan Kreator Serangan
- Ivar Jenner (Jong FC Utrecht): Gelandang naturalisasi ini adalah idola baru di lapangan tengah. Kemampuannya dalam mendistribusikan bola dan visi bermain yang baik sangat dibutuhkan. Pengalamannya di Liga Belanda menjadi nilai tambah.
- Marselino Ferdinan (Oxford United FC): Wonderkid Indonesia ini memiliki pengambilan keputusan yang matang dan sering menjadi ancaman serius bagi lawan dari sektor kiri penyerangan. Kehadirannya akan menambah daya gedor.
- Arkhan Fikri (Arema FC): Gelandang serang berusia 20 tahun ini telah menunjukkan kontribusinya di Arema FC dan juga sempat tampil di timnas senior.
- Rayhan Hannan (Persija Jakarta): Gelandang serang potensial yang telah membuktikan diri bersama Persija.
- Welber Jardim (Sao Paulo): Gelandang muda yang bermain di luar negeri ini akan menambah kedalaman skuad.
- Jehan Fahlevi (Persis Kudus): Opsi gelandang serang lainnya yang bisa memberikan variasi serangan.
Lini Depan: Mesin Gol Garuda Muda
- Rafael Struick (ADO Den Haag): Penyerang serbaguna yang sering menjadi pilihan utama di timnas senior. Pergerakannya yang cerdas dan kemampuannya dalam duel udara akan sangat bermanfaat.
- Ronaldo Kwateh (Muangthong United): Pemain sayap cepat ini memiliki potensi besar untuk menciptakan peluang dan mencetak gol.
- Kelly Sroyer (PSBS Biak): Penyerang sayap yang menunjukkan performa impresif.
- Miliano Jonathans (FC Utrecht): Penyerang sayap diaspora yang bisa menjadi kejutan.
- Mufli Hidayat (PSM Makassar): Penyerang tengah yang menunjukkan ketajaman di level klub.
- Jens Raven (FC Dordrecht): Penyerang diaspora yang akan menambah opsi di lini depan.
- Ramadhan Sananta (Persis Solo): Striker lokal yang selalu menjadi ancaman serius di kotak penalti lawan.
- Arkhan Kaka (Persis Solo): Penyerang muda dengan prospek cerah yang siap bersaing.
- Hokky Caraka (PSS Sleman): Striker yang meski sering tampil dari bangku cadangan, kontribusinya dalam mencetak gol tidak bisa dianggap remeh.
Vanenburg dikabarkan juga membujuk PSSI untuk mempercepat naturalisasi striker FC Volendam, Mauro Zijlstra.
Striker berusia 20 tahun tersebut baru saja mengantarkan klubnya promosi ke Eredivisie.
Dengan perpaduan pemain berpengalaman di level senior dan talenta-talenta muda yang sedang naik daun, Timnas Indonesia U-23 di bawah asuhan Gerald Vanenburg siap bersaing di ASEAN Cup 2025 dan berjuang keras untuk meraih tiket Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
Tantangan melawan tim-tim kuat seperti Malaysia dan Vietnam akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kekuatan dan kedalaman skuad Garuda Muda.
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF U-23 2025
Selasa 15 Juli 2025 Pukul 20.00 WIB (SUGBK)
Timnas Indonesia U-23 vs Brunei Darussalam U-23
Jumat 18 Juli 2025 Pukul 20.00 WIB (SUGBK)
Timnas Indonesia U-23 vs Filipina U-23
Senin 21 Juli 2025 Pukul 20.00 WIB (SUGBK)
Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23
***
Editor : Ibnu Yunianto