Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Karier Impresif Marcus Leonardo, Pembunuh Manchester City di Piala Dunia Antarklub 2025

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 1 Juli 2025 | 20:51 WIB
BINTANG BARU - Penyerang Al Hilal Marcos Leonardo
BINTANG BARU - Penyerang Al Hilal Marcos Leonardo

RADAR BALI - Kemenangan dramatis Al Hilal 4-3 atas raksasa Inggris Manchester City di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 menjadi kejutan terbesar turnamen.

Di tengah hingar-bingar laga tersebut, satu nama sukses mencuri perhatian: Marcus Leonardo. Penyerang muda asal Brasil ini menjadi bintang utama dengan sumbangan dua gol, termasuk gol penentu di babak tambahan waktu yang sekaligus menjegal langkah The Citizens dan memastikan Al Hilal melaju ke perempat final.

Di usianya yang baru 22 tahun, Marcos Leonardo telah menancapkan namanya di panggung dunia.

Drama Tujuh Gol di Orlando

Pertandingan yang berlangsung di Orlando, Florida pada Senin malam lalu ini menyajikan drama sengit dari awal hingga akhir.

Manchester City sempat unggul lebih dulu pada menit kesembilan melalui Bernardo Silva.

Pemain asal Portugal itu berhasil mendorong bola masuk ke gawang setelah upaya sapuan Renan Lodi justru jatuh ke kakinya di dalam kotak enam meter.

Sempat ada protes dari Al Hilal karena tayangan ulang menunjukkan bola sempat mengenai pergelangan tangan Rayan Aït-Nouri dari City di awal pergerakan, namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut.

Setelah gol pembuka City, kiper Al Hilal, Yassine Bounou, tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan krusial yang berkali-kali menggagalkan upaya City untuk menggandakan keunggulan sebelum jeda.

Penyelamatan-penyelamatan ini terbukti vital, karena hanya dalam hitungan detik setelah babak kedua dimulai, Al Hilal berhasil menyamakan kedudukan.

Malcom menusuk dari sisi kanan dan mengirimkan umpan kepada João Cancelo, yang umpannya ke kotak enam meter sempat diblok oleh kiper City, Éderson.

Namun, bola pantul yang melambung berhasil disundul oleh Marcus Leonardo ke gawang yang tak terkawal, membuat skor menjadi 1-1.

Hanya enam menit berselang, Al Hilal kembali mengejutkan. Malcom lolos dari kawalan pertahanan setelah menerima umpan dari Cancelo dari area dalam lapangan.

Dengan tenang, pemain Brasil itu melepaskan tembakan melewati Ederson, membawa Al Hilal berbalik unggul 2-1.

Namun, keunggulan Al Hilal tidak bertahan lama. Tiga menit kemudian, Erling Haaland berhasil menyamakan kedudukan untuk City pada menit ke-55, memanfaatkan sepak pojok yang diambil oleh Silva.

Haaland bahkan nyaris mencetak gol kemenangan di penghujung waktu normal, namun upaya keras Ali Lajami dengan sapuan di garis gawang berhasil menggagalkannya.

Pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu. Empat menit memasuki babak extra time, Al Hilal kembali memimpin. Kalidou Koulibaly melompat tinggi dan menyundul bola hasil tendangan sudut dari Rúben Neves untuk mengubah skor menjadi 3-2.

Namun, City kembali menunjukkan semangat juangnya. Dua pemain pengganti, Rayan Cherki dan Phil Foden, bekerja sama apik.

Foden melepaskan tendangan voli first-time yang luar biasa, melewati Bounou, dan bersarang di sudut bawah gawang, menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Namun, Al Hilal tidak menyerah. Tujuh menit tersisa di babak tambahan waktu, Marcos Leonardo kembali menjadi pahlawan. Setelah tendangan kepala Sergej Milinkovic-Savic berhasil ditepis Ederson, bola muntah jatuh ke kaki Leonardo.

Dengan tenaga yang tersisa, penyerang Brasil itu berhasil menceploskan bola, memastikan gol kemenangan 4-3 untuk Al Hilal dan mengeliminasi Manchester City.

Guardiola Saksikan Lahirnya Bintang Baru

Marcos Leonardo menunjukkan ketajamannya di Piala Dunia Antarklub edisi kali ini dengan torehan tiga gol dalam empat pertandingan.

Satu gol sebelumnya ia cetak saat menghadapi Pachuca di fase grup. Performa gemilangnya melawan Manchester City menegaskan kemampuannya bersinar di panggung besar.

Lahir di Itapetinga, Bahia, pada 2 Mei 2003, Marcos Leonardo kecil pindah ke Sao Paulo dan bakat sepak bolanya langsung tercium oleh pencari bakat Santos.

Ia resmi bergabung dengan akademi Santos pada tahun 2014 saat berusia 11 tahun. Pada 2019, Marcos menandatangani kontrak profesional pertamanya.

Debutnya di level senior datang pada Agustus 2020 di kompetisi Serie A Brasil bersama Santos.

Tak butuh waktu lama, ia mencatatkan debut di Copa Libertadores pada tahun yang sama dan menjadi pencetak gol termuda keenam di turnamen tersebut, sebuah bukti potensi besarnya sejak dini.

Meskipun sempat menjadi pelapis, ia kemudian menjelma menjadi andalan utama. Pada 2023, namanya bahkan masuk daftar 50 pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Santos.

Perjalanan karier Marcos Leonardo kemudian membawanya ke Eropa. Pada Januari 2024, ia bergabung dengan Benfica dengan mahar transfer €18 juta (sekitar Rp315 miliar) dan klausul rilis mencapai €150 juta.

Di sana, ia tampil gemilang sebagai supersub di awal kedatangannya. Ia berhasil mencetak gol dalam tiga pertandingan pertamanya di Primeira Liga Portugal, bahkan ketika masuk dari bangku cadangan.

Debutnya di Liga Europa juga menjanjikan, di mana ia membuat perbedaan dan membawa kemenangan untuk Benfica.

Namun, hanya delapan bulan kemudian, tawaran besar datang dari Arab Saudi. Al Hilal memboyong Marcos Leonardo pada September 2024 dengan nilai transfer yang fantastis, €40 juta (sekitar Rp700 miliar). Ia meneken kontrak lima tahun dengan klub Arab Saudi tersebut.

Bersama Al Hilal, Marcos Leonardo menjelma menjadi predator tajam. Ia telah mengoleksi 28 gol dan empat assist dari 42 pertandingan di semua kompetisi.

Di ajang Piala Dunia Antarklub, ia mencatatkan tiga gol dan satu assist. Gaya mainnya yang agresif dan tajam membuatnya menjadi andalan di lini serang.

Kepercayaan penuh dari pelatih baru, Simone Inzaghi, yang memoles insting golnya, terbayar lunas lewat performa konsisten sepanjang musim. Kini, ia menjadi pusat permainan ofensif Al Hilal.

Menanti Panggilan Selecao

Meski belum pernah membela tim nasional senior Brasil, Marcos Leonardo bukanlah sosok asing di level internasional.

Ia telah memperkuat timnas Brasil dari level U-16 hingga U-23, membuktikan bahwa ia adalah talenta yang terus dipantau.

Brasil seolah tak pernah kekurangan stok talenta muda berkualitas, dan Marcos Leonardo adalah salah satu contohnya.

Penampilan gemilangnya bersama Al Hilal, terutama di panggung sekelas Piala Dunia Antarklub, bisa menjadi tiketnya untuk mengenakan seragam kuning legendaris Seleção.

Jika ia terus tampil tajam, pelatih timnas Brasil kemungkinan besar tidak akan bisa lagi menutup mata. Waktu mungkin menjadi satu-satunya yang memisahkannya dengan mimpi terbesar seorang pesepak bola Brasil: membela timnas senior. ***




 

Editor : Ibnu Yunianto
#Pachuca #man city #Piala Dunia Antar Klub #Erling Haaland #brasil #marcus leonardo #manchester city vs #Ali Lajami #Selecao Brasil #bernardo silva #pelatih al hilal #santos #Al Hilal Arab Saudi #selecao #AlHilal #m city #The Citizens #city #simone inzaghi #FIFA Club World Club 2025 #Al Hilal vs Manchester City #fifa club world cup #pep guardiola #ruben neves #Piala Dunia Antar Klub 2025 #Yassine Bounou #CWC 2025 #man city kalah lagi #al hilal #joao cancelo #marcos leonardo #rayan cherki #FIFA Club World Cup 2025 #phil foden #piala dunia antarklub #fifa #kalidou koulibaly #manchester city #Guardiola