BADUNG, radarbali.jawapos.com — Setelah vakum selama dua tahun, ajang lari lintas alam bergengsi ZINC Trail Run kembali hadir dan siap digelar pada Minggu, 9 November 2025 di Pantai Pandawa, Bali.
Mengusung tema “Dare You to Be More”, event ini siap menantang ribuan pelari untuk melewati medan ekstrem khas pesisir Bali, mulai dari pasir, batu karang, hingga ombak pantai.
Dalam konferensi pers yang digelar di Roosterfish Beach Club, Rabu (9/7/2025), Brand Manager ZINC Shampoo, Steven Zean, menjelaskan bahwa ZINC Trail Run tahun ini adalah lanjutan dari seri kegiatan lari yang sempat sukses digelar pada 2015, 2016, 2017, 2018, dan terakhir pada 2023 di Ubud.
”Ini adalah kali ketiga kami menggelar ZINC Trail Run di Bali, dan dua kali khususnya di Pantai Pandawa. Kami terus kembali karena dukungan masyarakat Bali luar biasa. Kami bisa bilang, kami ketagihan,” ungkap Steven.
Tiga kategori disiapkan bagi peserta, yaitu 7 km, 14 km, dan 34 km. Medan yang dihadapi pun tidak main-main. ”Tantangannya bukan hanya fisik, tapi juga mental. Lari di pasir, karang, bahkan kadang harus menembus ombak. Ini benar-benar di luar zona nyaman,” ujar Steven lagi.
ZINC menargetkan partisipasi hingga 2.000 peserta pada tahun ini. Pendaftaran sudah dibuka melalui situs resmi www.zinctrailrun.com dan akan ditutup pada akhir Oktober, atau lebih cepat jika kuota terpenuhi.
Panitia menetapkan beberapa persyaratan untuk mengikuti ajang ini. Untuk kategori 34 km, peserta wajib melampirkan surat keterangan sehat dari dokter. Sementara untuk kategori 7 km dan 14 km, tidak diwajibkan tetapi tetap direkomendasikan melakukan latihan intensif terlebih dahulu.
”Untuk kategori 7 km, peserta minimal berusia 12 tahun dan wajib menyertakan surat persetujuan orang tua. Untuk kategori 14 km dan 34 km, ada kategori khusus master bagi pelari di atas usia 41 tahun,” jelas Steven.
Ia juga menambahkan bahwa peserta WNA tetap diperbolehkan mengikuti lomba, asalkan terdaftar secara resmi.
Selain sensasi berlari di medan alam yang menantang, peserta juga berkesempatan memenangkan total hadiah hingga Rp 92 juta, yang terbagi dalam kategori pria dan wanita untuk masing-masing jarak.
Pemenang pertama kategori 34 km akan membawa pulang uang tunai sebesar Rp 10 juta, Juara 2 Rp 7,5 juta, Juara 3 Rp 5 juta beserta trofi masing-masing.
Untuk 14K, Juara 1 Rp 5 juta, Juara 2 Rp 3 juta, Juara 3 Rp 2 juta dan 7K Umum Juara 1 Rp 3 juta, Juara 2 Rp 2 juta, Juara 3 Rp 1 juta. Dan Master (Usia >41 tahun) juga mendapat hadiah terpisah di kategori 14K dan 34K.
ZINC Trail Run 2025 juga dikemas sebagai festival olahraga dan gaya hidup. Di area utama, peserta dan pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai aktivitas seru, mulai dari keramas gratis menggunakan ZINC Shampoo, panggung hiburan musik, hingga deretan booth kuliner.
”Akan ada door prize dengan total nilai puluhan juta rupiah. Jadi selain lari, peserta juga bisa menikmati keseruan sepanjang hari,” tambah Steven.
Kegiatan ini turut didukung berbagai komunitas lari lokal, termasuk Riot Bali dan Karang Adi Prana. Salah satu perwakilan komunitas, Karang Adi Prana, menegaskan bahwa lari trail memiliki tantangan tersendiri yang harus disiapkan.
”Trail itu berat. Pelari harus terbiasa lari di tanjakan, menghadapi elevasi yang lebih tinggi, dan lintasan yang dominan tanah dan berbatu. Tidak seperti lari di jalan raya biasa,” katanya.
ZINC Shampoo sebagai sponsor utama tak hanya menghadirkan pengalaman lari ekstrem, tetapi juga memperkenalkan produknya yang dirancang khusus untuk pencinta aktivitas luar ruang.
Dengan teknologi Deo Active Scalp Technology, ZINC Cool Booster diklaim efektif melawan berbagai jenis ketombe serta memberikan sensasi dingin dan perlindungan dari sinar UV.
”ZINC ingin masyarakat, khususnya anak muda, bisa terus aktif dan percaya diri tanpa khawatir ketombe mengganggu. Produk kami dirancang agar rambut tetap sehat, segar, dan bebas gatal walau beraktivitas di luar ruangan,” pungkas Steven.
ZINC Trail Run 2025 adalah bukti nyata bahwa olahraga bukan sekadar kompetisi, tetapi juga gaya hidup. Dengan medan alam yang menantang, hadiah menggiurkan, dan suasana festival yang meriah, ajang ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kegiatan olahraga outdoor di Indonesia, khususnya di Bali.
Editor : Rosihan Anwar