RADAR BALI - Klub kebanggaan Pulau Dewata, Bali United, akan melakoni laga uji coba pramusim bergengsi dengan menantang PSIM Yogyakarta.
Pertandingan ini akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu, 26 Juli 2025, pukul 19.30 WITA.
Laga ini menjadi puncak dari rangkaian acara peluncuran tim (team launching) Serdadu Tridatu untuk menyambut musim kompetisi Super League 2025/2026, yang merupakan nama baru untuk Liga 1.
Bagi Bali United, malam ini bukan sekadar pertandingan persahabatan. Acara ini akan dirangkai dengan berbagai kegiatan.
Mulai dari sesi bincang-bincang dengan pelatih kepala baru, Johnny Jansen, perkenalan skuad resmi, hingga perilisan seragam tempur (jersey) yang akan digunakan skuad Bali United untuk mengarungi musim baru.
Serdadu Tridatu menyongsong laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Johnny Jansen baru saja meraih kemenangan meyakinkan 4-1 dalam latihan bersama melawan Deltras FC pada Rabu (23/7).
Pelatih Jansen menyatakan kepuasannya terhadap perkembangan tim yang menunjukkan intensitas tinggi dan pemahaman taktik yang semakin matang.
“Saya pikir sangat bagus, bisa memainkan dua tim dalam 45 menit. Terpenting adalah bermain dengan intensitas tinggi dan perkembangan tim semakin meningkat,” ungkap Coach Johnny.
Striker Boris Kopitovic yang mencetak dua gol dalam laga tersebut, turut mengundang suporter untuk meramaikan acara.
“Momen yang bagus karena kami akan memakai jersey baru dan saya mengundang suporter untuk datang mendukung kami. Saya berjanji akan memberikan yang terbaik di lapangan,” ujar Boris di situs resmi klub.
Misi PSIM: Uji Tanding dan Simulasi Laga Tandang
Sementara itu, dari kubu tim tamu, PSIM Yogyakarta menyambut baik undangan ini.
Manajer PSIM, Razzi Taruna, mengungkapkan bahwa laga ini berawal dari inisiatif Bali United dan merupakan cerminan hubungan baik kedua klub.
“Jadi, memang karena hubungan PSIM dan Bali juga baik. Bali yang mengajak PSIM untuk adanya uji coba di sana,” kata Razzi.
Pelatih kepala PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menegaskan bahwa pertandingan ini adalah bagian penting dari program pramusim untuk meningkatkan kualitas permainan dan ketahanan fisik Laskar Mataram.
Meski menghadapi tim papan atas, ia menyatakan tidak ada persiapan khusus karena masih dalam fase pramusim.
Lebih dari sekadar adu taktik, Razzi Taruna menambahkan bahwa laga di Bali ini memiliki fungsi strategis sebagai simulasi laga tandang (away).
Hal ini krusial, terutama bagi jajaran pelatih baru yang belum familiar dengan atmosfer sepak bola Indonesia.
“Kalau pemain kita yang sudah pernah main di Indonesia sudah tahu. Tapi mungkin untuk pelatih kepala dan asistennya kan belum tahu, budayanya away itu gimana,” terang Razzi.
Simulasi ini dianggap penting mengingat laga perdana PSIM di Super League musim ini adalah laga tandang melawan Persebaya Surabaya. “Kita coba dan biasakan mulai sekarang agar pelatih dan tim tidak kaget,” imbuhnya.
Pertandingan antara Bali United dan PSIM Yogyakarta ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga menjadi modal berharga bagi kedua tim untuk mematangkan strategi dan membangun kesiapan sebelum terjun ke kerasnya persaingan Super League 2025/2026. ***
Editor : Ibnu Yunianto