RADAR BALI - Timnas U-23 Indonesia tengah bersiap menghadapi tantangan besar di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
Sebanyak 30 pemain akan dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan yang dimulai pada Senin, 18 Agustus 2025.
Para pemain yang sebelumnya membela Timnas U-23 di ajang Piala AFF U-23 2025 telah dipulangkan ke klub masing-masing.
Meski belum merinci nama-nama yang akan dipanggil, PSSI membuka peluang untuk kembali menyertakan pemain-pemain muda yang berkarier di Eropa seperti Justin Hubner dan Marselino Ferdinan.
PSSI juga berupaya mempercepat naturalisasi Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans.
Evaluasi besar-besaran memang diperlukan setelah Indonesia kalah 0-1 dari Vietnam di partai final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 29 Juli lalu.
Gol tunggal Nguyen Cong Phuong dari skema sepak pojok menjadi satu-satunya pembeda dalam laga tersebut.
Kelemahan utama Timnas U-23 terletak di lini tengah yang kurang kreatif dan lini depan yang tumpul dalam penyelesaian akhir. Zaki menyebutkan bahwa pelatih kepala Gerald Vanenburg harus menyiapkan tim secara lebih optimal, termasuk memperbaiki efektivitas serangan dengan opsi taktik seperti skema false nine, untuk mengatasi kekurangan striker murni.
Selain memperkuat komposisi pemain, Vanenburg juga disarankan menggelar uji tanding melawan tim-tim kuat Asia guna mengasah kesiapan pasukannya. Dengan waktu yang relatif singkat, setiap aspek permainan harus dimaksimalkan demi hasil terbaik di babak kualifikasi.
Timnas U-23 Indonesia tergabung di Grup J bersama Korea Selatan, Laos, dan Makau. Seluruh pertandingan akan digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 3–9 September 2025. Sesuai jadwal, semua laga akan berlangsung pada pukul 19.30 WIB.
Format kualifikasi menggunakan sistem round-robin, di mana setiap tim akan saling bertemu satu kali. Dari 44 peserta yang terbagi dalam 11 grup, hanya juara grup dan empat runner-up terbaik yang akan lolos ke putaran final bersama tuan rumah Arab Saudi.
Di atas kertas, Korea Selatan menjadi lawan terberat bagi skuad Garuda Muda, mengingat mereka adalah juara Piala Asia U-23 edisi 2020. Namun, dengan persiapan yang matang dan komposisi pemain yang tepat, peluang Indonesia untuk lolos tetap terbuka lebar.
Silakan be
Editor : Ibnu Yunianto