RadarBali.id- Tim berjuluk Laskar Mataram, PSIM Jogjakarta berhasil memecundangi tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya di laga perdana Super League.
Pertandingan berlangsung sengit dengan Persebaya yang mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang.
PSIM tampil disiplin dan kokoh dalam bertahan, membuat para penyerang Persebaya frustrasi. Gol kemenangan PSIM tercipta secara dramatis di masa injury time babak kedua, tepatnya di menit ke-92, melalui sundulan Ezequiel Vidal yang memanfaatkan umpan lambung dari Dede Sapari. Kemenangan ini menjadi debut manis bagi PSIM di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah absen 20 tahun.
Injury Time, PSM Makassar vs Persijap Jepara Imbang
Di pertandingan lain, PSM Makassar harus puas bermain imbang 1-1 melawan tim promosi Persijap Jepara di Stadion Gelora BJ Habibie. PSM Makassar sempat unggul cepat melalui gol Victor Dethan di menit ke-7.
Keunggulan PSM bertahan hingga akhir pertandingan, namun Persijap Jepara berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir injury time babak kedua melalui gol dari Carlos Franca.
Gol telat ini membuyarkan kemenangan PSM yang sudah di depan mata dan membuat kedua tim berbagi satu poin di laga perdana.
Kedua hasil ini menunjukkan bahwa tim-tim promosi tidak bisa diremehkan di Super League musim ini. Hanya Bhayangkara yang menelah kekalahan 1-0 dari Borneo FC.
Bhayangkara FC Ditaklukkan Pesut Etam
Babak Pertama Sejak awal, Borneo FC mengambil inisiatif menyerang dan lebih menguasai jalannya pertandingan. Mereka mencoba menekan Bhayangkara FC, yang merupakan tim promosi, terutama melalui sektor sayap.
Namun, pertahanan Bhayangkara yang dikawal oleh Awan Setho di bawah mistar tampil solid dan disiplin.
Bhayangkara FC sendiri mengandalkan serangan balik cepat, dan sempat menciptakan beberapa peluang dari situasi sepak pojok yang memaksa kiper Borneo, Nadeo Argawinata, melakukan penyelamatan penting. Hingga babak pertama usai, skor tetap imbang 0-0.
Babak Kedua Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Kedua tim semakin sering melakukan jual beli serangan. Borneo FC yang berjuluk Pesut Etam ini terus mendominasi dan bermain lebih agresif, sementara Bhayangkara juga berusaha keluar dari tekanan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-66. Mariano Peralta berhasil mencetak gol untuk Borneo FC. Berawal dari serangan di lini tengah, Kei Hirose memberikan umpan terobosan di depan kotak penalti. Peralta menyelesaikannya dengan sepakan kaki kiri terarah ke sudut atas gawang yang tidak mampu dijangkau Awan Setho.
Setelah gol tersebut, Bhayangkara FC berupaya keras untuk menyamakan kedudukan. Mereka memasukkan beberapa pemain, termasuk Ilija Spasojevic, untuk menambah daya gedor. Lima menit setelah gol, Bhayangkara hampir menyamakan skor melalui tendangan Putu Gede, namun Nadeo kembali tampil gemilang dengan menepis bola. Di menit-menit akhir pertandingan, Bhayangkara juga menciptakan peluang emas dari sepak pojok, tetapi sundulan Spasojevic tidak menemui sasaran.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap tidak berubah. Kemenangan ini memberikan tiga poin penting bagi Borneo FC di laga perdana Super League musim 2025/2026. [*]
Editor : Hari Puspita