Hilgers sendiri sebelumnya telah secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk mencari tantangan baru dan melangkah ke jenjang karier berikutnya.
Absennya ia di laga sepenting ini seolah menjadi sinyal kuat bahwa perjalanannya bersama FC Twente mungkin benar-benar akan berakhir. Apalagi agennya mengkonfirmasi bahwa pemainnya sedang merampungkan negosiasi dengan sebuah klub di luar Belanda.
Meski demikian, hingga bursa transfer musim panas ini berjalan, belum ada satu pun klub yang mengajukan tawaran nyata untuk memboyongnya.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar, mengingat potensinya sebagai bek tengah yang solid.
Menurut analisis para pengamat sepak bola Belanda, ada beberapa faktor kompleks yang membuat klub-klub enggan merekrutnya.
Salah satu alasan utamanya adalah performa Hilgers yang dinilai sangat tidak konsisten musim lalu.
"Dia jelas menjalani musim yang sangat buruk," ujar pengamat Nico Jansen seperti dikutip Twente Insite.
Hal ini diamini oleh Tijmen van Wissing yang menambahkan, "Memang. Untuk seseorang dengan potensi dan kualitas seperti dia, dia menjalani musim yang buruk."
Selain performa, statusnya sebagai pemain andalan Timnas Indonesia ternyata menjadi pertimbangan negatif bagi klub-klub peminat.
Komitmennya untuk membela skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia dianggap memberatkan.
"Klub-klub juga tidak senang dengan hal itu, harus terus-menerus pergi ke Kamboja atau Laos," jelas Jansen, merujuk pada jadwal padat dan perjalanan jauh yang harus ditempuh Hilgers untuk tugas negara.
Kerentanan terhadap cedera yang tiba-tiba muncul juga menjadi faktor lain yang menurunkan minat pasar.
Sebelumnya, Mees sudah absen membela timnas saat melawan Bahrain di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia karena cedera yang didapatkan saat melawan Timnas Australia.
Ditambah dengan nilai pasarnya yang diperkirakan mencapai 6,5 juta Euro (sekitar Rp 113 Miliar), banyak klub berpikir dua kali untuk berinvestasi.
"Saya rasa tidak banyak klub yang akan membayarnya sekarang," kata Jansen.
Keinginan Hilgers untuk hengkang sebenarnya bukanlah cerita baru. "Dia sudah menyatakan keinginannya untuk hengkang selama tiga tahun," ungkap Van Wissing, menyoroti saga transfer yang tak kunjung usai ini.
Ia pun menyimpulkan dengan logis, "Jika mereka (klub lain) benar-benar menginginkannya, itu pasti sudah dilakukan."
Kini, dengan tersisihnya ia dari skuad utama, masa depan Mees Hilgers berada di persimpangan jalan yang penuh ketidakpastian.
Apakah ia akan menemukan klub baru sebelum bursa transfer ditutup, atau justru menghadapi skenario tak terduga seperti memperpanjang kontrak dan kembali berjuang merebut tempat di FC Twente.
Absennya Mees dalam pertandingan di level klub juga membahayakan posisinya di timnas. Apalagi, empat pertandingan yang dilakoninya bersama timnas selalu berakhir dengan kekalahan. Performa tersebut mengecewakan mengingat bek tengah tersebut kala itu adalah pemain termahal di Timnas Indonesia.
FC Twente akhirnya kalah 0-1 dalam pertandingan melawan PEC Zwolle yang diperkuat Eliano Reijnders di Stadion MAC³PARK.
Tim asuhan manajer Joseph Oosting tampil mengecewakan karena Tukkers bermain jauh di bawah level dan nyaris tak menciptakan peluang.
PEC Zwolle unggul cepat di babak pertama berkat gol Thijs Oosting, yang mencetak gol ke gawang tim asuhan ayahnya.
PEC Zwolle menciptakan beberapa peluang bagus di babak pertama, mereka gagal mengkonversi menjadi gol. ***