RADAR BALI - Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, kembali menjadi panggung laga kandang Arema FC di ajang BRI Super League 2025/2026.
Singo Edan menjamu PSBS Biak pada pekan perdana, sekaligus menandai momen bersejarah: peringatan ulang tahun Arema FC yang ke-38.
Bersamaan dengan itu, beban besar menggelayuti skuad dan tim pelatih untuk meraih hasil maksimal di hadapan Aremania dan Aremanita.
Beruntung, pada menit ke-15, Dalberto membuka pundi gol musim ini dengan gol dari titik putih. Penalti diberikan setelah Ian Pulei melanggar Lucky di kotak terlarang. Kedudukan sementara 1-0 untuk Arema.
Sebanyak 1.402 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalannya pertandingan.
Pasukan pengamanan terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Malang, dan steward stadion.
Pola pengamanan ketat akan berlaku di semua laga kandang Arema musim ini, total 17 pertandingan.
Pelatih Arema FC Marcos Santos menyadari laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Selain sebagai debut kandang musim ini, laga ini juga menjadi ajang pembuktian di hari ulang tahun klub.
“Di klub besar, tekanan itu wajar. Kalau gagal menang, pelatih akan jadi sorotan. Di Brasil, saya juga mengalaminya,” kata pelatih berusia 46 tahun yang berpengalaman menangani klub kasta tertinggi Liga Brasil seperti Coritiba FC, EC Bahia, Figueirense FC, dan Chapecoense.
Musim ini, Arema memang didominasi pemain Brasil. Selain Bek Luiz Gustavo, ada Paulinho Moccelin, Odivan Koerich, Valdeci Moreira, dan Matheus Blade.
Paulinho dan Luiz sudah pernah merasakan kerasnya Seri A Brasil. Meski demikian, Paulinho sempat menjadi sorotan lantaran benturannya dengan Ole Romeny di laga pramusim membuat striker Timnas Indonesia tersebut cedera.
Setelah sempat menjadi tim tanpa kandang, Arema kembali dapat menggunakan Kanjuruhan pada akhir Liga 1 2024-2025.
Namun, semenjak itu, Kanjuruhan tidak bersahabat dengan Arema. Kali terakhir Arema menang di Kanjuruhan adalah melawan Barito Putera pada Maret 2025.
Bahkan, Arema kalah telak 0-3 atas Persik Kediri di laga kandang terakhir Liga 1 2024/2025 pada 11 Mei 2025.
Kala itu, penonton yang tidak puas pun sempat melempari bus Persik sehingga kacanya pecah.
Insiden tersebut membuat manajemen Arema FC meminta maaf dan mempertimbangkan tak lagi menggunakan Kanjuruhan sebagai stadion untuk menggelar laga kandang.
Insiden kebringasan suporter tersebut \membuat publik kembali mengingat tragedi pada 1 Oktober 2022.
Ketika itu 135 orang suporter Arema meninggal dunia dan lebih dari 500 orang terluka akibat bentrok dengan petugas keamanan dalam laga Derbi Jatim yang panas melawan Persebaya. ***
Editor : Ibnu Yunianto