Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cokorda Rai Adi Pramartha, Legenda Basket Bali yang Turun Langsung Mendukung Putra-Putranya di DBL Bali 2025

Tim Redaksi • Selasa, 12 Agustus 2025 | 22:01 WIB
LEGEND: Cokorda Rai Adi Pramartha, pemain tim nas dan klub besar seperti Aspac Jakarta adalah pemain lulusan DBL kebanggan Bali
LEGEND: Cokorda Rai Adi Pramartha, pemain tim nas dan klub besar seperti Aspac Jakarta adalah pemain lulusan DBL kebanggan Bali

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Bagi pecinta basket Indonesia, nama Cokorda Rai Adi Pramartha bukanlah sosok asing. Mantan pebasket profesional yang pernah memperkuat dua klub besar, Aspac Jakarta dan Satria Muda, ini dikenal sebagai salah satu kebanggaan Pulau Dewata.

Pria yang akrab disapa Tata itu hadir langsung di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Bali untuk memberi dukungan kepada kedua putranya, Cokorda Putra Aditya Sanjaya dan Cokorda Rai Anasvara. Keduanya membela SMAN 1 Denpasar dalam laga melawan SMAN 1 Tabanan, Senin, 11 Agustus 2025.

Memberikan dukungan langsung di pinggir lapangan sudah menjadi kebiasaan Tata. Menurutnya, dukungan keluarga adalah pondasi penting bagi para atlet muda. Ia mengaku bangga sekaligus terharu melihat kerja keras anak-anaknya.

“Kadang sebagai orang tua kita kasihan juga. Masih SMA, tapi pagi-sore latihan. Jam lima pagi sudah bangun, jam enam berangkat dari rumah. Sering kali kita malah jarang ketemu,” ungkapnya.

Bagi Tata, menang atau kalah adalah bagian biasa dalam sebuah pertandingan. Yang terpenting adalah proses membangun karakter melalui basket, seperti ketekunan, disiplin, dan konsistensi.

“Yang penting bisa merayakan kemenangan dengan pantas, dan belajar dari kekalahan untuk jadi lebih baik,” lanjutnya.

Tidak hanya memberi motivasi, Tata juga kerap bermain basket bersama anak-anaknya. Meski kini mereka sudah tumbuh besar, momen itu tetap menjadi ajang berbagi pengalaman.

“Sekarang nggak bisa main terlalu keras, soalnya badan mereka sudah besar dan tenaganya kuat. Malah kadang mereka suka ngeledekin saya,” candanya.

Melihat kedua putranya tampil di DBL Bali 2025 membuat Tata bernostalgia. Ia teringat masa mudanya saat membela tim basket bersama kakaknya, Cokorda Raka Satrya Wibawa (Wiwin), dan adiknya, Cokorda Anom Indrajaya.

“Seperti kembali ke 25 tahun lalu. Dulu saya juga main bareng kakak dan adik, bahkan memakai nama yang sama di punggung jersey. Kalau dulu ada DBL, pasti seru sekali,” kenangnya.

Atmosfer DBL menjadi salah satu hal yang ia kagumi. Ribuan suporter memadati GOR Purna Krida, menciptakan suasana penuh semangat dengan sorakan dan hentakan perkusi.

“Keseruannya terasa sekali. Saya berharap kompetisi ini terus berlanjut,” kata Tata.

Kisah keluarga Cokorda di dunia basket bermula dari Aspac. Wiwin bergabung pada 1995, disusul Tata setahun kemudian, lalu Anom pada 1997. Ketiganya juga pernah memperkuat Bali di ajang PON 1996.

Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Bali berlangsung 8–16 Agustus 2025 di GOR Purna Krida, Badung, sebagai bagian dari rangkaian DBL musim 2025–2026 yang digelar di 31 kota dan 22 provinsi. Selain pertandingan utama, musim ini juga dimeriahkan AZA 3X3 Competition 2025–2026. Seluruh laga dapat disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, dengan dukungan penuh dari Kopi Good Day.***

Editor : M.Ridwan
#aspac jakarta #cokorda #honda dbl with kopi good day 2025 Bali #satria muda #pebasket