Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Coach Rusta, Sosok Legendaris Kejayaan Tim Smansa Denpasar: DBL Adalah Lokomotif Basket Pelajar

I Wayan Widyantara • Minggu, 17 Agustus 2025 | 18:05 WIB
LEGEND: I Gusti Ngurah Rusta Wijaya, pelatih legendaris yang kini menukangi klub profesional Bali United Basketball
LEGEND: I Gusti Ngurah Rusta Wijaya, pelatih legendaris yang kini menukangi klub profesional Bali United Basketball

BADUNG, radarbali.jawapos.com  – Kompetisi basket pelajar paling bergengsi di Indonesia, Honda DBL with Kopi Good Day 2025 telah memasuki babak final. Bali pun menjadi region pembuka untuk musim 2025–2026, dengan pertandingan berlangsung di GOR Purna Krida, Badung, pada 8–16 Agustus 2025. Sebanyak 35 tim sekolah siap bertarung merebut tahta juara.

Namun, lebih dari sekadar turnamen tahunan, DBL juga menyimpan cerita panjang tentang sejarah dan pembinaan, khususnya bagi SMAN 1 Denpasar (Smansa) — sekolah yang pernah menjadi pusat dominasi basket pelajar di Bali.

Salah satu sosok kunci di balik masa kejayaan Smansa adalah I Gusti Ngurah Rusta Wijaya, pelatih legendaris yang kini menukangi klub profesional Bali United Basketball. Dalam wawancara eksklusif dengan Radar Bali, Coach Rusta membagikan pandangannya tentang peran DBL dalam perjalanan basket di Pulau Dewata.

”Secara nasional, DBL itu event luar biasa. Gimmick-nya di media sosial selalu segar, penyelenggaraannya meriah, dan atmosfernya bikin rindu. Saya pribadi sangat menikmati DBL," buka Coach Rusta, yang hampir satu dekade mengarsiteki Smansa.

Pelatih yang akrab disapa Coach Rusta itu dipercaya menangani Smansa sekitar tahun 2014, di tengah momentum krusial saat tim putra sekolah tersebut dua kali gagal di final DBL. Ia menyebut momen itu sebagai titik balik.

”Setelah dua kali gagal, muncul keinginan dari siswa dan pihak sekolah untuk mengganti pelatih. Saya kemudian dipercaya melatih, dan sejak itu Smansa juara DBL enam kali berturut-turut. Itu fase yang luar biasa dalam karier saya," kenangnya.

Prestasi Coach Rusta tidak berhenti di tingkat daerah. Ia pernah membawa nama Indonesia ke panggung internasional melalui DBL Camp.

”Kenangan paling berkesan saat saya terpilih sebagai Coach Terbaik di DBL Camp Surabaya, lalu ke Amerika membawa tim putri DBL Indonesia, dan kami jadi juara di sana. Itu pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan," katanya penuh bangga.

Namun, meski kualitas DBL secara nasional terus meningkat, Rusta menyoroti penurunan jumlah peserta dari kategori putri di Bali. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan nyata dalam pembinaan basket pelajar.

”Di Bali, peserta putri menurun. Ini PR kita semua. Padahal banyak potensi besar di sana. Harapan saya, DBL bisa jadi motivasi agar pemain muda, terutama putri, lebih giat berlatih," ujarnya.

Soal persaingan antar sekolah, Rusta menyebut dominasi Smansa dan SMAN 2 Denpasar (Resman) bukan sekadar kebetulan, melainkan buah dari pembinaan yang konsisten.

”Kalau nggak Smansa dan Resman yang ketemu di final, rasanya kayak kurang greget ya.  Tapi sekarang pembinaan sudah mulai merata. Tinggal tunggu waktu saja akan muncul kejutan dari sekolah lain," tuturnya.

Selama hampir 10 tahun melatih Smansa, Coach Rusta telah mempersembahkan tak kurang dari 6 gelar juara DBL berturut-turut, menjadikan sekolah tersebut ikon basket pelajar Bali.

Kini, lewat peran barunya di klub profesional, ia tetap menjadikan DBL sebagai fondasi utama pencarian bakat muda.

”Harapan terbesar saya adalah melihat makin banyak pemain nasional berasal dari Bali. Dengan adanya DBL, semoga anak-anak makin termotivasi untuk kerja keras dan bermimpi besar. DBL bisa jadi pintu mereka ke level profesional, bahkan internasional," tandasnya.

Sebagai pelatih, mentor, dan saksi sejarah, Coach Rusta menjadi contoh nyata bahwa DBL bukan sekadar turnamen, tapi ruang lahirnya generasi hebat di lapangan basket. Dan siapa tahu, generasi berikutnya sedang bersiap mencetak sejarah baru di DBL Bali 2025 ini.***

Editor : M.Ridwan
#honda dbl with kopi good day 2025 Bali #Rusta Wijaya #basket #radarbali