SINGAPURA, RadarBali.id- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh atlet muda asal Badung, Bali. Ken Karami, atlet Wushu Indonesia (WI) berusia 13 tahun, sukses menyabet tiga medali emas dalam ajang bergengsi 7th Singapore International Culture Festival yang mengusung tema One Belt, One Road Wushu Championship. Kejuaraan ini digelar di Singapore Sports School, pada tanggal 15 hingga 18 Agustus 2025 dan diikuti oleh peserta dari tujuh negara.
Ken Karami tampil gemilang dengan menyapu bersih medali emas di tiga nomor berbeda, yakni Nanquan Internasional, International Southern Broadsword, dan International Southern Cudgel. Ketiga emas ini sekaligus menegaskan kemampuannya sebagai atlet muda berbakat di cabang olahraga wushu tingkat internasional.
Ibunda Ken, Nyoman Meiliana, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian sang putra. Ia menyebut bahwa keberhasilan Ken merupakan buah dari kerja keras dan semangat yang tidak kenal lelah.
”Tentu saya pribadi sangat bangga atas capaian ini. Ken merupakan atlet Badung dan mewakili Indonesia pada ajang bergengsi itu. Ya, yang lebih membanggakan, bisa meraih emas di tiga nomor,” ujarnya.
Wanita yang akrab disapa Meilie ini menuturkan bahwa Ken telah menunjukkan potensi besar sejak usia dini. Saat ini, Ken tengah menempuh pendidikan di kelas VII SMP Maitreyawira Bali. Sebelumnya, di Kejurprov Wushu Bali 2025, Ken juga sudah menunjukkan prestasi dengan meraih medali perak dan perunggu di nomor Wooden Dummy C Putra dan Bart Cam Dao C Putra.
Selain itu, pada ajang Indonesia International Kungfu Championship yang digelar oleh PBWI, Ken kembali berhasil mengukuhkan prestasinya dengan membawa pulang medali emas.
Usai dari Singapura, Ken tidak langsung beristirahat. Ia kembali turun gelanggang mengikuti Indonesia Wushu League di Yogyakarta, membawa nama Badung dan Bali.
”Untuk prestasi sang anak, saya tetap all out mendukung semuanya,” pungkas Meilie penuh semangat.
Tak hanya Ken, kontingen Wushu Indonesia asal Badung juga diwakili oleh Davin Andinata, yang turut mempersembahkan dua medali emas. Davin berjaya di nomor Taiji Jian dan Taiji Quan Male, menjadikan total perolehan medali emas dari WI Badung menjadi lima emas.
Ketua Pengkab Wushu Indonesia (WI) Badung, Elia Damaris Kristiani, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap prestasi kedua atlet tersebut. ”Memang benar, ada dua atlet wushu kami yang ikut kejuaraan internasional di Singapura. Ken Karami berhasil rebut 3 medali emas, sedangkan Davin 2 emas,” ungkapnya saat dihubungi, Rabu (20/8/2025).
Ia menambahkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari latihan keras dan dukungan berbagai pihak, termasuk pelatih, orang tua, serta pembinaan atlet yang konsisten dilakukan WI Badung.
Sementara itu, Plt. Ketua Umum KONI Badung, I Ketut Widia Astika, juga memberikan apresiasi atas keberhasilan dua atlet muda tersebut. Ia menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian atlet-atlet muda Badung yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa di pentas internasional.
”Kami sangat bangga dengan prestasi Ken Karami dan Davin Andinata, masih usia muda sudah bisa berprestasi di level internasional,” ujar Widia Astika usai rapat koordinasi Panitia Porprov Bali XVI Kabupaten Badung.
Lebih lanjut, pihaknya menegaskan komitmen KONI Badung dalam memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap setiap atlet berprestasi sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.
”Prinsipnya para atlet Badung yang berprestasi akan kami beri apresiasi sebagai wujud kepedulian dan keterlibatan kami dalam pembinaan atlet. Terlebih jika atlet tersebut berlaga dan berhasil mengharumkan nama Badung,” tegasnya.
Keberhasilan Ken Karami dan Davin Andinata di kejuaraan internasional ini menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda dari Badung memiliki potensi besar untuk bersinar di tingkat dunia. Dengan pembinaan yang tepat dan dukungan yang kuat, mereka diharapkan mampu menjadi andalan Indonesia di ajang-ajang internasional berikutnya.[*]
Editor : Hari Puspita