RADAR BALI - Transfer bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, dari FC Twente menuju klub Liga Prancis, Stade Brestois, secara dramatis kandas di menit-menit akhir.
Kesepakatan yang sudah terjalin batal terwujud karena tidak cukupnya waktu untuk menyelesaikan tes kesehatan yang diwajibkan oleh federasi sepak bola Prancis.
Klub yang tahun lalu berlaga di Liga Champions Eropa dan Hilgers sebenarnya sudah mencapai kata sepakat untuk skema peminjaman selama satu musim dengan opsi pembelian.
Bahkan, untuk memuluskan konstruksi transfer ini, Hilgers telah menyetujui perpanjangan kontrak selama satu tahun dengan FC Twente.
Menurut laporan media Belanda, De Telegraaf, seluruh dokumen yang diperlukan telah rampung tepat waktu.
Namun, kendala utama muncul pada proses pemeriksaan medis.
Jendela transfer di Prancis yang ditutup pada Senin malam pukul 20.00 waktu setempat membuat kedua klub berpacu dengan waktu.
Sayangnya, tes kesehatan yang komprehensif tidak dapat diselesaikan sebelum tenggat waktu tersebut, sehingga transfer pun resmi dibatalkan.
Belum ada kejelasan mengenai langkah selanjutnya bagi bek berusia 24 tahun tersebut.
Secara teoretis, ia masih bisa pindah ke negara yang jendela transfernya masih terbuka, seperti Belgia yang baru akan ditutup pekan depan, atau bahkan transfer domestik di Belanda yang masih memiliki waktu satu hari lagi.
FC Twente sendiri telah mengantisipasi kepergian Hilgers. Klub berjuluk The Tukkers itu sudah lebih dulu mendatangkan dua bek baru pada bursa transfer musim panas ini, yaitu Robin Pröpper dan Stav Lemkin.
Mees Hilgers merupakan produk asli akademi FC Twente dan Heracles Almelo. Ia telah mencatatkan 132 penampilan dan mencetak empat gol selama berseragam FC Twente.
Bersama Timnas Indonesia asuhan Patrick Kluivert, ia telah mengoleksi 4 caps dan berambisi untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
FC Twente Tetap Aktif di Bursa Transfer
Meski kehilangan kesepakatan untuk Hilgers, FC Twente berhasil mengamankan dua rekrutan penting lainnya.
Klub Eredivisie ini sukses mendatangkan finalis Piala Dunia 2018 asal Kroasia, Marko Pjaca.
Penyerang berusia 30 tahun itu bergabung secara gratis setelah kontraknya di Dinamo Zagreb berakhir dan telah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun.
Pjaca, yang memiliki 28 caps untuk Kroasia, pernah merasakan atmosfer final Piala Dunia saat menjadi pemain pengganti ketika Kroasia dikalahkan Prancis.
Kariernya sempat meroket saat Juventus merekrutnya seharga hampir €30 juta dari Dinamo Zagreb pada 2016.
Setelah itu, ia sempat dipinjamkan ke berbagai klub seperti Schalke 04, Fiorentina, Anderlecht, Genoa, Torino, dan Empoli.
Selain Pjaca, FC Twente juga merekrut gelandang muda asal Prancis, Daouda Weidmann, dari RKC Waalwijk.
Pemain berusia 22 tahun yang pernah menimba ilmu di akademi Paris Saint-Germain dan Torino itu diikat dengan kontrak jangka panjang hingga tahun 2030.
Editor : Ibnu Yunianto