RADAR BALI - Banyak pundit menyebut gaya bermain kiper muda Manchester United Senne Lammens mengingatkan pada puncak kejayaan David De Gea di era 2019.
Keduanya kerap menggunakan gaya blocking untuk menutup pergerakan striker dan kerap menjadi "penyerang pertama" dengan memberikan umpan jauh pada gelandang atau striker di garis depan begitu menguasai bola.
Namun, Senne Lammens memilih menggambarkan dirinya sebagai penjaga gawang yang "serba bisa", dengan gaya bermain yang terinspirasi oleh Manuel Neuer dan rekan senegaranya, Thibaut Courtois.
Pemain berusia 23 tahun itu tiba di Carrington pada hari terakhir bursa transfer dari klub Belgia, Royal Antwerp.
Direktur Olahraga MU Jason Wilcox menggambarkannya sebagai "penjaga gawang muda yang luar biasa dengan potensi besar."
Lammens membuat 44 penampilan untuk Antwerp pada musim 2024/25 dan menjadi nama yang banyak diperbincangkan di sepak bola Belgia, yang puncaknya adalah panggilan pertama ke tim nasional pada bulan Maret.
“Saya suka bermain dari belakang bersama tim, menggunakan kaki saya. Saya suka membantu tim dengan mengontrol ruang di belakang pertahanan, membantu para bek saya."
"Dan, tentu saja, jika Anda ingin menjadi kiper top di level ini, Anda harus menjadi penghenti tembakan yang hebat. Jadi, saya pikir saya adalah kiper yang serba bisa,” tambahnya.
Saat ditanya mengenai inspirasinya, Lammens tidak menyebut nama-nama legendaris United seperti David De Gea, Edwin Van Der Sar, atau Peter Schmeichel. Ia justru mengagumi dua kiper top Eropa saat ini.
“Saya banyak menonton sepak bola saat tumbuh dewasa. Inspirasi saya ketika saya beranjak dewasa dan menjadi seorang penjaga gawang adalah Manuel Neuer atau Thibaut Courtois. Saya sangat mengagumi mereka,” ungkapnya.
Statistik Lammens musim lalu sangat mengesankan. Ia mencatatkan lebih banyak penyelamatan (173) dibandingkan kiper lain di 10 liga top Eropa, sebuah fakta yang ia akui sulit dihindari di media sosial.
“Musim lalu adalah saat semua kepingan puzzle jatuh pada tempatnya. Melihat statistik itu, itulah hasil kerja keras saya seumur hidup.”
Salah satu atribut unik yang tidak langsung disebutkan Lammens adalah kemampuannya mencetak gol. Pada tahun 2019, ia menjadi berita utama global saat mencetak gol penyeimbang melalui sundulan untuk tim U-19 Club Brugge dalam laga UEFA Youth League melawan Real Madrid.
“Ketika saya berusia lima tahun, United berada di puncak sepak bola dan Anda akan selalu ingat betapa besarnya Manchester United. Jadi, ketika saya mendengar mereka tertarik, rasanya seperti mimpi masa kecil.”
“Saya ingin tumbuh bersama tim dan kembali ke level di mana kami bisa bersaing untuk gelar dan bermain di Liga Champions lagi. Itu adalah salah satu tujuan terbesar saya,” pungkasnya. ***
Editor : Ibnu Yunianto