RADAR BALI - Nama Marselino Ferdinan kembali menjadi sorotan di Eropa. Gelandang serang andalan Timnas Indonesia itu resmi dipinjamkan klub Inggris, Oxford United, ke AS Trencin asal Slovakia untuk musim 2025/2026.
Marselino kesulitan menembus skuad utama Oxford. Sejak didatangkan pada 2024, Marsel hanya bermain dua kali dengan waktu menginjak lapangan hanya 15 menit. Oxford juga tidak mendaftarkan Marselino di kompetisi musim ini.
Sebagai solusi, pemain berusia 21 tahun itu diberi kesempatan menambah pengalaman di Eropa lewat status pinjaman. "Oxford United dapat mengonfirmasi bahwa Marselino Ferdinan telah bergabung dengan klub Slovakia, AS Trencin, dengan status pinjaman hingga akhir musim. Semoga sukses, Lino!” tulis pernyataan resmi klub.
Langkah ini membuka babak baru karier Marselino setelah sempat kesulitan menembus skuad utama Oxford namun masih memiliki kontrak hingga 30 Juni 2026. Fans pun menanti apakah sang wonderkid bisa mengikuti jejak rekannya, Witan Sulaeman, yang sempat bermain di klub yang sama pada 2022.
AS Trencin bukan klub asing bagi publik sepak bola Indonesia. Pada 2022, Witan Sulaeman pernah memperkuat tim berjuluk Trencania ini dengan catatan 22 penampilan dan tiga gol sebelum kembali ke Tanah Air membela Persija Jakarta.
Profil Singkat AS Trencin
AS Trencin berdiri pada 1990 dengan nama TJ Ozeta Dukla Trencin, sempat berkompetisi di divisi tiga Liga Cekoslowakia, lalu bergabung dengan TTS Trencin. Perjalanan klub ini cukup berliku dengan beberapa kali berganti nama, hingga akhirnya resmi dikenal sebagai AS Trencin pada 2015.
Prestasi terbaik mereka adalah menjuarai Liga Slovakia dua musim beruntun (2014/2015 dan 2015/2016) serta mengawinkan gelar dengan Piala Slovakia. Trencin juga punya pengalaman di pentas Eropa, seperti Piala Intertoto, kualifikasi Liga Champions, dan Liga Europa.
Saat ini, Trencin tengah bersaing di papan atas Liga Slovakia. Dari enam pertandingan musim ini, mereka mengoleksi 12 poin, sama dengan pemuncak klasemen Spartak Trnava.
Timnas Connection Melalui Tschen La Ling
Hal menarik dari AS Trencin adalah koneksinya dengan sepak bola Indonesia. Klub ini dimiliki oleh Tschen La Ling, legenda Ajax Amsterdam yang mengakuisisi 80 persen saham pada 2007.
La Ling pernah bermain bersama legenda Belanda Johan Cruyff, yang tak lain adalah ayah dari Jordi Cruyff, penasihat teknis PSSI saat ini. Ia juga sempat satu tim dengan Simon Tahamata, mantan pemain Ajax berdarah Maluku yang kini menjabat sebagai kepala pemandu bakat Timnas Indonesia.
Lebih unik lagi, pada era Ajax 1980-an, kedatangan Johan Cruyff membuat posisi La Ling tergeser karena Gerald Vanenburg dipindahkan ke sayap kanan. Kini, Vanenburg justru menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia U-23.
Keterhubungan itu membuat Marselino seolah tidak benar-benar asing di Trencin. Ada “benang merah” yang menghubungkan klub Slovakia tersebut dengan sepak bola Indonesia.
Klub Penghasil Bintang
AS Trencin juga dikenal sebagai klub pengorbit talenta muda. Salah satu nama tenar yang ditempa di sana adalah Leon Bailey.
Pemain asal Jamaika itu sempat bermain di tim junior Trencin sebelum dijual ke Genk dengan mahar 1,4 juta euro. Karier Bailey terus menanjak hingga kini memperkuat AS Roma setelah sempat bersinar bersama Bayer Leverkusen dan Aston Villa.
"Saya sangat senang dengan kedatangan saya di Trencin. Setelah menunggu lama untuk berbagai dokumen, semuanya akhirnya siap. Saya menghargai semua orang yang terlibat dalam kedatangan saya dan saya berterima kasih banyak kepada mereka," ujar Marselino setelah menandatangani kontrak.
Dia berharap kehadirannya bisa memberikan kontribusi, terutama di lini depan. "Kekuatan saya adalah kepercayaan diri dengan bola, berlari, dan menggiring bola. Saya adalah pemain tim dan saya berharap bisa membantu Trencin mencapai puncak klasemen," ucap eks pemain Persebaya ini.
"Tujuan saya, seperti saya katakan sebelumnya, adalah memberikan yang terbaik untuk diri sendiri dan tim. Saya ingin memberikan semua yang saya miliki untuk Trencin," kata pemain kelahiran Sidoarjo ini. ***