RADAR BALI - Kualifikasi Piala Asia U23 2026 resmi berakhir pada Rabu (10/9/2025) dini hari.
Sebanyak 15 negara dipastikan lolos ke putaran final bersama tuan rumah Arab Saudi.
Namun, nasib berbeda dialami Timnas Indonesia U23 yang harus tersingkir meski finis sebagai runner up Grup J.
Indonesia Gagal Ulangi Prestasi 2024
Garuda Muda mengakhiri fase grup dengan catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Dari tiga pertandingan di Sidoarjo, Indonesia hanya mengumpulkan empat poin.
Hasil tersebut menempatkan mereka di posisi ke-10 klasemen runner up terbaik, jauh dari syarat untuk lolos.
Kegagalan ini membuat Indonesia tak mampu mengulang prestasi edisi 2024, ketika skuat asuhan Shin Tae-yong sukses melangkah hingga semifinal Piala Asia U23.
Pelatih Gerald Vanenburg menilai minimnya menit bermain para pemain di level klub menjadi salah satu penyebab performa tim menurun.
“Kalau melihat contoh di Korea Selatan, mereka punya kompetisi usia muda yang rutin berjalan setiap minggu. Dengan begitu, pemain terbiasa mendapat jam terbang tinggi,” ujarnya.
15 Tim Pastikan Tiket ke Putaran Final
Sebanyak 11 tim memastikan diri lolos sebagai juara grup, yakni Jordania, Jepang, Vietnam, Australia, Kyrgyzstan, Thailand, Irak, Qatar, Iran, Korea Selatan, dan Suriah.
Sementara itu, empat tiket lainnya diisi oleh runner up terbaik: China, Uzbekistan, Lebanon, dan Uni Emirat Arab.
China menjadi yang teratas di klasemen runner up terbaik dengan 7 poin, disusul Uzbekistan dan Lebanon dengan poin sama, serta UEA di posisi keempat dengan 6 poin dan selisih gol +14.
Dominasi Asia Timur dan Asia Tengah
Lolosnya Vietnam dan Thailand menjadi kabar baik bagi Asia Tenggara, meski Indonesia harus angkat koper lebih awal.
Keduanya akan menemani raksasa-raksasa Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia di putaran final yang berlangsung di Arab Saudi.
Dengan hasil ini, Indonesia perlu melakukan evaluasi mendalam, terutama terkait pembinaan usia muda dan distribusi menit bermain di klub, agar bisa kembali bersaing di level Asia pada edisi berikutnya.***
Editor : Ibnu Yunianto