RADAR BALI - Persija Jakarta harus puas berbagi poin dengan Bali United setelah bermain imbang 1-1 di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (14/9/2025) malam.
Meski mendominasi jalannya pertandingan dengan 61 persen penguasaan bola dan melepaskan 18 tembakan—tujuh di antaranya tepat sasaran—Macan Kemayoran gagal mengamankan kemenangan di hadapan publik sendiri.
Bali United lebih dulu unggul melalui sundulan Mirza Mustafic pada menit ke-18.
Gol itu sempat membuat Persija tertekan meski peluang demi peluang tercipta lewat aksi Bruno Tubarao dan rekan-rekan.
Hingga turun minum, Persija masih tertinggal 0-1.
Memasuki babak kedua, skuad asuhan Mauricio Souza tampil lebih agresif. Tekanan intens akhirnya berbuah hasil pada menit ke-56 lewat gol Bruno Tubarao.
Sepakan mendatarnya tak mampu dihalau barisan pertahanan Bali United, sekaligus memastikan laga berakhir imbang 1-1.
Pelatih Mauricio Souza menilai permainan anak asuhnya kurang rapi di paruh pertama.
“Di babak pertama kami tidak banyak melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Ada banyak kemauan, tapi organisasi permainan tidak berjalan," katanya.
"Di jeda babak saya minta mereka lebih tenang, menurunkan adrenalin, agar bisa lebih terorganisir,” kata Mauricio.
Ia mengakui penampilan Persija membaik di babak kedua dengan banyak peluang tercipta, meski efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah.
“Saya tidak ingat berapa kali Bali United mendekati gawang kami, tapi kami juga tidak berhasil menambah gol,” tambahnya.
Sementara itu, kapten Persija Rizky Ridho mengaku kecewa dengan hasil imbang tersebut. Ia menyoroti kurangnya fokus tim di awal laga yang membuat Persija kecolongan.
“Babak pertama kami ingin menjalankan instruksi pelatih, tapi banyak kehilangan konsentrasi dan kebobolan lewat serangan balik,” ujar Ridho.
Lebih lanjut, Ridho menyinggung strategi Bali United yang menurutnya kerap menghentikan ritme permainan Persija.
“Menurut saya, ketika kami menemukan ritme yang baik, mereka mencoba menghentikan dengan jatuh. Mungkin orang-orang juga lihat, karena mereka sering sekali jatuh,” ungkapnya.
Meski demikian, Ridho tetap menganggap itu bagian dari strategi yang sah.
“Pelatih bilang mungkin hari ini kami tidak bermain 90 menit penuh, mungkin cuma 45 menit, sisanya mereka jatuh-jatuh," keluhnya.
"Tapi itu fair, itu strategi mereka, dan mereka boleh melakukan itu,” tutupnya.
Hasil imbang ini membuat Persija harus bekerja lebih keras memperbaiki konsistensi, terutama saat menghadapi tim dengan strategi permainan yang pragmatis.**
Editor : Ibnu Yunianto