Tidak ada kejutan yang berarti. Kontingen kabupaten terkaya di Bali, Badung, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 7,5 triliun per tahun ini kembali mengukuhkan dominasinya di dunia olahraga Bali.
MEREKA berhasil meraih gelar Juara Umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI 2025. Kemenangan ini menandai rekor fantastis: gelar juara umum ke-10 secara beruntun.
Keberhasilan Badung tak lepas dari performa impresif para atletnya yang berhasil mengumpulkan total 469 medali, terdiri dari 191 emas, 130 perak, dan 148 perunggu. Perolehan medali emas ini jauh melampaui Kota Denpasar yang berada di posisi kedua (176 emas) dan Kabupaten Gianyar di posisi ketiga (74 emas).
Dalam keterangannya, Ketua Kontingen Badung, I Made Sutama, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KONI Badung, mengaku terharu sekaligus bangga atas pencapaian ini. "Kami sangat bahagia sudah mengunci gelar juara umum yang ke-10 kalinya," ujarnya.
Sutama menekankan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim, mulai dari atlet, pelatih, manajer, hingga ofisial. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang telah memberikan dukungan penuh. "Kami berterima kasih atas dukungan yang sangat besar dari seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Badung, sehingga kami bisa mempertahankan gelar juara umum," tambahnya.
Dominasi Medali di Cabor Ini Menjadi Kunci
Kemenangan Badung didukung oleh kontribusi medali dari berbagai cabang olahraga, termasuk pada hari terakhir pertandingan.
Cabor seperti cricket, biliar, petanque, kempo, panjat tebing, dan tenis lapangan menjadi penyumbang medali krusial. Bahkan, pasangan ganda campuran Tenis Lapangan, Made Bagas Krisnamurti dan Ayu Damayanti, turut menyumbangkan medali yang memperkuat posisi Badung.
Dengan pencapaian ini, Badung tidak hanya menunjukkan konsistensi luar biasa, tetapi juga membuktikan sinergi yang kuat antara atlet, pelatih, dan pemerintah daerah.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Badung dan menjadi motivasi untuk terus berprestasi di masa depan.[*]
Editor : Hari Puspita