TABANAN, Radar Bali.id - Kontingen Kabupaten Tabanan berhasil menempati peringkat keenam dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI 2025 dengan perolehan 25 medali emas, 34 perak, dan 69 perunggu. Capaian ini disebut sesuai dengan target dan ekspektasi yang telah ditetapkan sejak awal.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tabanan, Made Nurbawa, mengungkapkan bahwa hasil ini bukanlah sebuah kejutan. Ia menyatakan bahwa pencapaian tersebut telah diperkirakan berdasarkan analisis mendalam terhadap potensi atlet dan program pembinaan yang dilakukan.
"Tanpa harus bermaksud membanggakan diri, apa yang kami peroleh sudah sesuai analisa dan perkiraan kami berdasarkan pembinaan dan potensi olahraga atau atlet di Tabanan," ujar Nurbawa.
Ia menambahkan, pihaknya sama sekali tidak terkejut atau kecewa dengan peringkat enam. Nurbawa bahkan menyebut bahwa angka 25 medali emas sudah dipastikan sebelum penutupan. "Artinya, olahraga prestasi itu olahraga yang terukur," tegasnya.
Soroti Pelanggaran Teknis yang Mengganggu
Di balik keberhasilan ini, KONI Tabanan mencatat beberapa hal penting untuk dievaluasi. Nurbawa menyoroti dugaan pelanggaran teknis yang terjadi di sejumlah cabang olahraga (cabor).
Seperti perubahan jadwal yang mendadak. Ia menilai, beberapa kabupaten yang lebih berpengalaman diduga memanfaatkan momen ini untuk melemahkan lawan.
"Ada indikasi pelanggaran mulai dari rekrutmen atlet, penyusunan KTA, juga strategi-strategi yang berubah dari pembahasan awal. Banyak hal yang berpengaruh, dan ini akan kami evaluasi secara menyeluruh," jelasnya.
Seperti diketahui, di klasemen akhir, Kabupaten Badung keluar sebagai juara umum dengan 191 medali emas. Diikuti oleh Denpasar di posisi kedua dengan 176 emas, dan Gianyar di posisi ketiga dengan 74 emas.
Kontingen Tabanan berada di peringkat keenam dari sembilan kontingen yang berlaga. Dengan evaluasi menyeluruh, KONI Tabanan berharap bisa menembus posisi lebih tinggi di Porprov selanjutnya.[*]
Editor : Hari Puspita