RADAR BALI - Ketika Manchester United dan Chelsea saling berhadapan di Old Trafford, sorotan utama akan selalu tertuju pada pertarungan taktik antara Ruben Amorim dan Enzo Maresca.
Namun, di balik adu strategi tersebut, ada cerita yang lebih menarik tentang dua pemain yang beda nasib: Lisandro Martinez dan Alejandro Garnacho.
Lisandro adalah sosok yang dicintai, di mana ketidakhadirannya sangat dirindukan.
Sedangkan Garnacho adalah mantan idola yang kepulangannya diwarnai perpaduan antara antisipasi dan permusuhan.
Sejak mengalami cedera ligamen lutut ketika melawan Crystal Palace pada Februari lalu, Lisandro Martinez telah menjadi sosok yang sangat dirindukan Ruben Amorim.
Meskipun bek asal Argentina itu menunjukkan kemajuan positif dalam pemulihannya, bahkan sudah berlatih di Carrington minggu ini, Amorim memastikan Lisandro tidak akan bermain melawan Chelsea malam ini.
"Kami sangat merindukan Licha, terutama saat ini. Kami merindukan agresivitasnya dalam segala hal yang ia lakukan. Kami merindukannya," kata Amorim.
"Tapi dia selalu ada di setiap pertemuan. Saat latihan, terkadang dia menyelesaikan latihannya dan tetap menonton. Kami membutuhkan Licha di tim ini," ungkap mantan manajer Sporting Lisbon ini.
Di sisi lain, cerita yang dibawa adalah tentang kepulangan anak yang hilang.
Alejandro Garnacho, yang meninggalkan Old Trafford ke Chelsea dengan banderol 40 juta euro, dijadwalkan kembali ke rumah lamanya.
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, mengonfirmasi bahwa Garnacho siap untuk menjadi starter melawan Setan Merah.
Garnacho dianggap Amorim sebagai duri dalam daging di timnya. Keyakinan itu membuat mereka bersitegang yang berujung hukuman latihan terpisah dari tim utama bagi Garnacho.
United dan Chelsea dalam Pertarungan Penuh Tekanan
Selain narasi emosional para pemain, laga ini menjadi ujian krusial bagi kedua tim dalam hal momentum dan mentalitas.
Bagi Manchester United, ini adalah kesempatan emas untuk segera melupakan kekalahan telak di laga derby Manchester pekan lalu.
Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian bahwa kekalahan tersebut hanyalah sebuah anomali.
Kembalinya Mason Mount dan Matheus Cunha ke dalam skuad setelah pulih dari cedera memberikan harapan baru bagi Ruben Amorim untuk merancang strategi yang lebih solid.
Kehadiran mereka akan menambah daya gedor dan kreativitas yang sangat dibutuhkan untuk bersaing di papan atas.
MU Hilangkan Trauma Derby, Chelsea Pulihkan Mabuk Eropa
Sementara itu, Chelsea datang ke Old Trafford dengan beban berat setelah kekalahan 3-1 dari Bayern Munich di laga pembuka Liga Champions.
Kekalahan tersebut mungkin menjadi sindrom mabuk Eropa yang menguras energi dan mentalitas skuad muda mereka.
Delapan dari pemain starter mereka adalah debutan di kompetisi elit tersebut, dan pengalaman pahit di Allianz Arena bisa berdampak pada performa mereka di laga Premier League.
Tugas Enzo Maresca untuk memastikan bahwa laga melawan Manchester United bukan hanya soal meraih tiga poin.
Hasil pertandingan melawan MU juga untuk membuktikan bahwa kekalahan di Eropa tidak akan merusak performa domestik, di mana Chelsea belum terkalahkan musim ini.
Baik Manchester United maupun Chelsea memiliki alasan kuat untuk tampil habis-habisan.
Bagi United, ini adalah tentang mengembalikan kepercayaan diri dan menenangkan keraguan.
Bagi Chelsea, ini adalah tentang membuktikan ketahanan mental dan bahwa mereka bisa bangkit setelah terjatuh. ***
Editor : Ibnu Yunianto