Alih-alih memainkan aliran bola dari kaki ke kaki yang menjadi ciri khas total football dan kerap mereka tunjukkan, Persija justru memilih jalur yang berbeda.
Serangan mereka didominasi umpan-umpan panjang langsung ke depan. Strategi ini membuat alur permainan menjadi monoton dan kehilangan kreativitas.
Akibatnya, lini tengah tidak berfungsi optimal dan para penyerang kesulitan membangun koneksi yang efektif.
Pola permainan yang mudah ditebak ini menjadi santapan empuk bagi barisan pertahanan PSM Makassar yang bermain disiplin.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Persija di musim ini. Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menanggapi kekalahan ini dengan tenang.
Ia menegaskan bahwa kekalahan adalah bagian dari kompetisi dan tidak akan menggoyahkan mental timnya.
"Kompetisi baru mulai. Saya tidak berpikir bahwa saya bisa menjadi juara tanpa menelan satu kekalahan pun. Pasti kami tidak mau kalah," kata Souza.
"Kompetisi ini tidak mudah, kami harus selalu mewaspadai apapun yang mungkin terjadi."
"Mereka (PSM) sangat kuat selama 95 menit. Mereka terus mendorong dan mereka layak menang. Jadi kami harus melihat permainan ini lagi," ujar Jordi.
Ia juga menyerukan pentingnya "otokritik" bagi seluruh pemain Persija. "Kami harus melihat dua pertandingan terakhir yang kami tidak menampilkan yang terbaik, dan kami harus memperbaikinya," tambahnya.
Jordi bahkan mengaku telah berdiskusi dengan kapten tim Rizky Ridho untuk mempersiapkan diri dan berlatih sebaik mungkin dalam dua pekan ke depan.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi kelegaan luar biasa bagi PSM Makassar. Pelatih Bernardo Tavares tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.
Kemenangan perdana musim ini tidak hanya mengakhiri puasa kemenangan mereka, tetapi juga mengangkat Juku Eja dari dasar klasemen ke posisi ke-14.
"Tentu saja (terasa lega), karena menurut saya, para pemain dan suporter dan semua staf berhak tidak berada di dasar klasemen, karena orang-orang ini bekerja keras," ungkap Tavares.
"Ini adalah perasaan yang sangat sulit untuk dilalui, dan juga dengan kondisi keuangan. Maka hari ini setidaknya kami gembira karena kami dapat menang."
PSM berhasil mengamankan tiga poin berkat gol spektakuler. Savio Roberto membuka keunggulan melalui tendangan bebas akurat, disusul gol sundulan kepala dari Abu Kamara yang mengunci kemenangan.
Meskipun sukses meraih kemenangan, Tavares menyoroti jumlah kartu kuning yang diterima timnya.
Lima kartu kuning untuk PSM berbanding hanya dua untuk Persija memancing keluhan dari pelatih asal Portugal tersebut.
"Menurut saya, sangat mudah untuk memberikan kartu kuning ke PSM Makassar, dan sangat sulit (memberikannya) bagi lawan," keluh Tavares.
Kini, PSM akan fokus mempersiapkan diri untuk laga kandang berikutnya melawan tim promosi PSIM Yogyakarta pada Sabtu (27/9).
Sementara itu, Persija Jakarta harus segera berbenah diri. Evaluasi mendalam terhadap taktik yang diterapkan wajib dilakukan jika mereka tidak ingin kembali menelan kekalahan dan terancam tergelincir dari papan atas klasemen.